"Berani untuk mencoba segala sesuatu yang positif dengan pikiran yang positif"
Rabu, 22 April 2020
ciri ciri ahli surga
Senin, 20 April 2020
baik buruk
Sisi positif dan negatif malaikat dan iblis
harus mengetahui kedua sisi, negatif dan positif dari makhluk2 ini, agar engkau tidak terjebak sifat negatifnya malaikat dan iblis........
sifat negatif iblis:
1. suka membangkang, ini adalah ciri sifat bawaan jin
2. pendendam, dendamnya kpd manusia membuatnya bersumpah akan menyesatkan anak cucu adam seluruhnya
3. tidak mau meminta ampun istighfar
4. sombong merasa lebih baik dari manusia (ana khirun minhum) dsb
sifat positif iblis
1. ketauhidannya paling murni, maka dia tidak mau sujud kepada apapun selain Allah, termasuk tdk mau sujud kepada ilah ciptaan baru yaitu adam, walaupun itu Allah sendiri yang memerintahkan, tetap tidak mau sujud kepada selain Allah....... makanya saya selalu mengatakan hitam itu murni....
.
2. istiqomah dan sabar, dalam menyesatkan tdk pernah menyerah dan putus asa
3. ikhlas, walau selalu disumpahi dilaknat seluruh manusia tdk pernah marah
4. lebih mengerti rahasia Tuhan ketimbang malaikat dsb
.
.
sifat positif malaikat:
1. tunduk dan patuh sama Allah
2. suka menghamba dan memuji Allah
3. selalu menginginkan kepada kebaikan dan penghambaan kepada Allah
4. setia atas semua perintah Allah
sifat negatif malaikat:
1. pongah, sok suci, sok banyak ibadah merasa lebih dari yang lain
2. suka merendahkan dan mencela makhluk lain berdasarkan ibadahnya
3. suka memuji ahli ibadah,dan mencela ahli maksiyat
4. sok tahu, bahkan hendak mengajari Tuhan tentang apa yang terbaik dsb
5. Ketauhidannya tidak murni, masih menduakan dallam syirik, masih mau sujud kepada selain Allah, yaitu sujud kepada adam...... menghamba disatu sisi, menduakan disisi lainnya
Maka hal2 ini adalah agar menjadi pelajaran, agar bisa mengambil sisi positif dari iblis dan malaikat, kemudian mengeliminasi sifat negatif dari keduanya........... makanya saya katakan, beribadahlah yang baik sebanyak2nya berbuat kebaikan tanpa mencela orang2 yang masih buruk, karena saya mengerti sifat mencela itu datang dari waridnya ibadah, itu adalah sisi negatif malaikat.........
jangan pernah lupa, iblis pun berasal dari malaikat.........
.
👳♂Abah FK @fatwa.kehidupan
Minggu, 19 April 2020
???
Selasa, 14 April 2020
MAKNA
Senin, 17 Februari 2020
~•~ D A L I L T A H L I L A N ~•~
Ini dalilnya simak baik² !
3 hari
7 hari
25 hari
40 hari
100 hari
1000 Hari
Untuk itu, kali ini saya tunjukkan Dalil-Dalil Tahlilan 3, 7, 25, 40, 100, Setahun & 1000 Hari dari Kitab Ulama Ahlussunnah wal Jamaah, bukan kitab dari agama hindu sebagaimana tuduhan fitnah kaum WAHABI.
dan shodaqoh dalam tiga hari akan tetap kekal pahalanya sampai tujuh hari,
dan shodaqoh di hari ke tujuh akan kekal pahalanya sampai 25 hari,
dan dari pahala 25 sampai 40 harinya,
lalu sedekah dihari ke-40 akan kekal hingga 100 hari,
dan dari 100 hari akan sampai kepada satu tahun,
dan dari satu tahun sampailah kekalnya pahala itu hingga 1000 hari.”
Referensi : (Al-Hawi lil Fatawi Juz 2 Hal 198)
"Wahai hadirin.. sungguh telah wafat Rasulullah saw dan kita makan dan minum setelahnya, lalu wafat Abu bakar dan kita makan dan minum sesudahnya, dan ajal itu adalah hal yang pasti, maka makanlah makanan ini !”
lalu beliau mengulurkan tangannya dan makan, maka orang–orang pun mengulurkan tangannya masing–masing dan makan.
Imam Ahmad ibn hambal dan sebagian ulama pengikutnya, dan juga golongan ulama Syafi'iyyah berpendapat "bahwa apa yang dikirimkan kepada mayyit itu sampai kepadanya.
والله أعلم
#TahlilanSesuaiSyariat
#NgajiCerdas
#DakwahSantriMilenial
Senin, 04 Maret 2019
Menerima an hidup
"Hidup itu tentang penerimaan....
“Ikhlas itu tiada terucap. Ikhlas itu sembunyi dalam sunyi, bahkan lenyap dalam senyap. Ikhlas itu rahasia, tanpa kata meski bukan tanpa makna”
“Keikhlasan : ‘abadikan kebaikanmu dengan cara melupakannya’; Tak suka mengungkit kebaikan, tak pula mengungkap keburukan“
“Ikhlas tidak butuh pengakuan”
“Ikhlas adalah kesabaran untuk sadar dan kesadaran untuk sabar”
“Ikhlas itu kesadaran melepas”
Jika mengikhlaskan Allah, maka kita meridhai segala tindakan-Nya atas makhluk, termasuk diri ini.
Mengikhlaskan Allah berarti meridhai-Nya berbuat apapun terhadap diri kita; Bahkan musibah pun telah berhasil kita maknai sebagai Kasih Sayang Allah untuk menjemput pulang makhluk yang selalu dirawat-Nya.
Sering kali manusia tidak sadar betapa ia tidak ikhlas bahwa Yang Satu hanya Allah. Entah sengaja atau tidak sengaja, kita menuhankan hal-hal lain selain Zat-Nya. Entah itu kekuasaan, jabatan, harta, atau takhta. Kita juga suka bermain laksana Tuhan : menghakimi, mengadili, bahkan menjatuhkan hukuman atas nama kebenaran. Menyalahkan yang berbeda, mengkafirkan yang berlainan keyakinan, mengharamkan pemahaman yang selayaknya didiskusikan; Kita sok kuasa menyerobot kekuasaan Tuhan, padahal pasti gagal; Kita marah pada yang salah, gusar pada yang benar, mengutuk yang buruk, menampik yang baik. Entah apa onak di hati, segala yang mendarah daging harus sesuai yang diingini]
Allah itu Maha Esa, dan kita wajib mengikhlaskan-Nya demikian tanpa pertanyaan, tanpa perlawanan, dengan segala keniscayaan yang mutlak dalam kekuasaan-Nya.
Hamba-lah yang membutuhkan Tuhan, dan bukan sebaliknya. Allah adalah Allah, tak tergantikan. Tidak ada Tuhan baru, sebagaimana tidak ada Tuhan lama. Dia tidak terkungkung oleh ruang dan waktu yang merupakan ciptaan-Nya. Dia berhak, berkehendak, berwenang, berkuasa penuh untuk berbuat sesuka-Nya.
Kehendak Allah segala-galanya. Seluruh makhluk takluk. Pilihannya hanya satu : ikhlas.
Ikhlaskanlah Allah berbuat sesuai kehendak-Nya. Ikhlaskanlah Keesaan Allah dengan segala kemutlakan-Nya. Ikhlaskanlah Allah tanpa bertanya, tanpa mempertanyakan, tanpa berdusta, tanpa mendustakan, tanpa mendebat, tanpa membantah, karena itu semua percuma belaka. Ikhlaskanlah Allah, maka hati kita akan penuh Cinta.
Allah itu Penguasa segalanya. Apalah kita tanpa-Nya. Berhentilah melawan, segera berserah diri, rukuk, sujud. Percuma kita mengagungkan prestasi, itu karya Ilahi. Kehormatan, kekuasaan, kemuliaan, kekayaan, berasal dari Allah. Kepadamu mudah bagi-Nya memberi, semudah bagi-Nya mengambil kembali. Pun demikian halnya kehinaan, Dia Yang menguasai.
Dia Maha Berkehendak, dan bahkan tiada yang bisa menahan-Nya menghapus kehendak-Nya sendiri jika itu yang Dia kehendaki. Suka-suka Dia. Alam semesta ciptaan-Nya sendiri. Makhluk ciptaan-Nya sendiri. Tak ada yang bisa mempengaruhi-Nya untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Dia-lah Sang Maha Pengatur, tak ada yang bisa mengatur-Nya. Ikhlaskanlah saja, ikhlaskanlah saja. Ikhlaskan dirimu, ikhlaskan Dia.
Ikhlaskanlah Allah berbuat sekehendak-Nya. Kepada Jibril yang bertanya tentang ikhlas, dari pertanyaan yang diajukan oleh Rasulullah Saw, dari seorang sahabat yang menanyakan hal itu, Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang menyampaikan jawaban nan indah. Bisikkanlah kepada hatimu, dan mulailah mengikhlaskan segala sesuatu. Mulai dari mengikhlaskan Allah atas dirimu.
“Ikhlas adalah rahasia di antara rahasia-rahasia-Ku dan Aku menempatkannya di hati hamba-hamba-Ku yang Kucintai.”(HR. Al Qazwani)
KOPI
KOPI iku tegese (Kopyor Pikire) mulo kopi iku rasane Pait.
Nanging sak pait paite kopi isih iso digawe LEGI (legowo ning ati)/berlapang dada/lega di hati.
Carane :
Kudu ditambahi GULO (Gulangane roso)/mengelola perasaan baik. Gulo asale seko TEBU (Antep ing kalbu)/mantab hatinya.
Banjur diwadahi CANGKIR (Nyancangne Pikir)/menguatkan pikiran/berpikir.
Terus disiram WEDANG (wejangan sing marahi padang)/nasehat yang menentramkan hati.
Ojo lali di UDHEG (usaha ojo nganti mandheg)/Usaha jangan sampai berhenti.
Anggone ngudheg nganggo SENDHOK (Sendhekno marang sing duwe kautaman)/Sandarkan pada Yang Maha Kuasa.
Dienteni ben rodo ADHEM (Ati digowo lerem)/ Hati dibawa tenang.
Bar kui diombe SERUPUT (Sedoyo rubedo bakale luput)/semua godaan akan terhindar.
Yah mene kopiku entek gaes😂😂😂
Rabu, 20 Februari 2019
Mulia & Hina
Ingatlah.... Tatkala Seseorang Memuji dan Memuliakan-Mu. Bukan.... Bukan Karena Kamu Berhak Atas Itu, Melainkan Karena Alloh Yang MAHA BAIK Telah Menutupi Aib Aib-Mu Diantara Hamba Hamba-NYA.
Ali Zainul Abidin RadhiyALLAHu ‘Anhu Dicacimaki di Jalanan. Beliau Tersenyum Menjawab; “Apa Yang Kau Sebutkan adalah Sedikit dari Banyaknya Aib-Ku Disisi-NYA”.
Banyak Orang Jadi MULIA Karena dengan Tepat Menyikapi HINAAN. Dan Banyak Orang Jadi HINA Karena Tidak Tepat Menyikapi KEMULIAAN.
Kenikmatan Terbesar adalah Anugerah KEHORMATAN, Mendapati Diri Dimuliakan Orang Lain, namun Tentunya AFATnya Juga Besar. Oleh Karenanya, Jika oleh Pemiliknya Tidak Diimbangi dengan MEMULIAKAN Orang Lain, maka Anugerah Inilah Yang Banyak Menjadikan Orang Yang Semula MULIA Menjadi HINA. Jika Tidak, maka ANUGERAH Ini Seringkali Dibarengi UJIAN BERAT bagi Pemiliknya. Maka Hendaklah Siapapun Tidak Terlena dengan Kehormatan Duniawi.
Hidup Ini Indah.... Jangan Kau Hilangkan Keindahannya dengan Ketidak Mampuan-Mu Mensyukurinya....
Mengutip Perkataan Abuya Almaliki :
الجَاهِلُ مَنْ لَمْ يَنْتَفِعْ مِنْ بَرَكَةِ الْمُنَاسَبَاتِ
~ أبوي المالكي~
“Orang Bodoh Ialah Orang Yang Tidak Bisa Mengambil Manfaat dari Berkahnya Momen Yang Baik”. ~ Abuya Almaliki ~
Hidup Memang Terlahir Tanpa Arti.... Kita Sendirilah Yang Mengartikannya. Karena Arti dari Hidup Tergantung kepada Bagaimana Kita Menjalaninya; Orang Yang MULIA Disisi Alloh Ta'ala Ialah Orang Yang Mampu Memanfaatkan Keadaan Yang Alloh Pilihkan Bagi-Nya (R.E.A.L.I.S.T.I.S) Untuk Meraih Ketaqwaan. Sedang Orang Yang Sibuk dengan Aib Orang Lain, Akan Bertambah Aib-Nya Tanpa Dia Sadari. Insya Alloh Begithu Yah. 😁
Meski Seorang SALIK Bisa Memilih Dua Jalan Untuk Mencapai Ridho Tuhan-Nya, yakni KHAUF/Takut Siksa-NYA dan ROJA’/Berharap Rahmat-NYA, namun Jalan KHAUF Jauh Lebih Aman daripada Jalan ROJA’, Hanya dengan Satu Alasan, Tidak seorang pun Tau Apa Yang Direncanakan Alloh Untuk Diri-Nya, karena ILMU ALLOH Meliputi Segala Sesuatu.
Asal Sama-Sama AIR, meski Yang Satu Campur Kopi Yang Satunya Campur Susu, Jika Dicampur Lagi malah Menjadi KOPI SUSU. Itulah Gambaran PERGAULAN Sesama Orang Beriman, meski Ada Beda Pendapat Mereka Tetap BERSATU. Tapi Jika Yang Satu Beriman Yang Satunya Munafiq, maka Seperti AIR dan MINYAK, meski Diaduk Yang Bagaimana pun Mereka Akan Tetap BERCERAI. Artinya, Jika Ada Sedikit saja Beda PENDAPAT Mereka Seperti Musuh Bebuyutan....
Maka Entahlah.... Saya Tak Tau.... Mana Yang Harus Kita Syukuri Lebih Dulu; Nikmat dari Alloh Yang Tak Terhitung, ataukah Penutupan AIB Dari-NYA Yang Begithu INDAH. 😁
Selasa, 12 Februari 2019
Diniyah Takmiliyah Wali Perkasa
Make Google view image button visible again: https://goo.gl/DYGbub
Jumat, 14 Desember 2018
Hakikat cinta
"Hakikat Cinta"
Orang yang begitu sangat cintanya bukanlah orang yang mengharapkan balasan sesuatu dari pihak yang dicintainya atau dia menuntut sesuatu maksud dari pihak yang ia cintai, karena orang yang begitu sangat cintanya itu ialah orang yang memberi buat anda, bukanlah orang yang begitu sangat cintanya itu merupakan orang dimana anda memberi buatnya.^^
Kalimat penuh makna dan hikmah ini memang sepintas lalu sulit utk memahaminya, agar dapat dipahami,Insya Allah akan saya sampaikan.
Begini :
Apabila cinta dapat dilukiskan melalui huruf, tulisan dan maksud-maksud tertentu, pada hakikatnya itu tidak dapat dikatakan cinta atau mahabbah. Karena cinta yang demikian, adalah cinta yang dapat dibuat, demi untuk sampai kepada tujuan yang dikehendaki.^_^
Karena itu, barangsiapa yang mencintai seseorang supaya seseorang itu memberikan sesuatu kepadanya atau menolak sesuatu yang tidak baik daripada yang mencintai, berarti orang yang mencintai itu adalah mencintai dirinya sendiri, bukan mencintai orang yang dicintai.^^
Karena,kalau bukanlah sesuatu yang dituju oleh dirinya sendiri tidak ada, maka pastilah dia tidak akan mencintai orang yang dicintainya itu.^^
Maka dari itulah,hakikat cinta pada orang yang mencintai, adalah memberikan keseluruhan yang ada pada dirinya demi untuk mendapatkan kerelaan daripada pihak yang dicintainya. Tanpa ada sesuatu yang ia ingin capai, berupa sesuatu yang sifatnya lahiriah dari pihak yang dia cintai. Sehingga tidak ada apa-apa lagi yang dimiliki olehnya, selain semuanya itu ia serahkan kepada pihak yang ia cintai. ^_^
Atau dgn kata lain saya katakan begini :
bahwa yang mencintai adalah dibunuh oleh kecintaannya itu, sehingga tidak ada tujuannya selain daripada kerelaan dari pihak yang dicintai.
Misalnya :
seorang laki-laki mencintai seorang wanita. Laki-laki itu berkata: "Aku betul-betul cinta padamu." Wanita itu menjawab: "Betapa kamu cinta kepada saya, padahal yang duduk di belakang kamu itu adalah lebih baik."
Mendengar itu, si pria menoleh ke belakangnya, maka setelah wanita itu melihat bahwa pria itu menolehkan pandangannya kebelakang,diapun berkata: "kamu ini adalah manusia yang tidak baik.ucapan dan perbuatanmu tidak sejalan, kamu mengatakan begitu cinta kepadaku, tetapi kamu palingkan wajah kamu melihat kepada selainku."^^
Itulah sebuah contoh.semoga paham ya sahabat.^^
Nah, sekarang jika contoh ini kita kiaskan kepada hubungan cinta kita selaku hamba Allah kepada Tuhan Pencipta alam, Allah Azza wa Jalla,maka juga demikian.^^
Kita mengatakan kepada diri kita dan kepada orang lain, bahwa kita cinta kepada Allah, tetapi juga hati kita memalingkan cinta kita kepada sesuatu yang selain Allah Ta'ala, atau merasakan sesuatu selain Allah Ta'ala, yang mempengaruhi hati kita.^^
Maka ini menunjukkan cinta kita kepada Allah tidak full,antara ucapan dan perbuatan tidak sejalan,berseberangan,berbeda, tidak lebih daripada dakwaan semata-mata. ^_^
Selanjutnya Sahabat2ku,yg perlu kita ingat dan kita niatkan dihati kita agar menjalankannya sesuai dan selaras antara ucapan dan perbuatan kita,Apabila kita begitu mencintai sesuatu, maka hendaklah jiwa raga kita itu, kita berikan buat sesuatu itu.
Demikian pula, kecintaan seseorang kepada orang yang dia cintai, dia harus memberikan segala-galanya kepada pihak yang dia cintai. Dan bukanlah kebalikannya.^^
Demikian juga halnya dengan kecintaan kita kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala tidak boleh dipalingkan kepada selain-Nya.^^
Karena itu, apabila kita beribadah karena mengharapkan syurga-Nya berarti kita mencintai Syurga, Dan bukan mencintai Allah Azza wa Jalla Sang Pemilik Surga tersebut. ^^
Sebab Sahabat,
hakikat cinta kepada Allah, hanya tertuju semata-mata kepada Allah dan kita lupa kepada hal-hal yang lain selain dari-Nya.Apakah kecintaan kita pada Allah Ta'ala itu merupakan keuntungan kita berupa pahala dari Allah ataukah itu merupakan hajat-hajat kita kepada-Nya.^^
Semoga memahami makna yg disampaikan dgn hikmah yg baik di hati.
Barakallah.^_^
Syukur dalam segala keadaan..
Tetap bersyukur dalam segala keadaan....
"Semua dalam pengaturaNya biarkan semua terjadi sesuai kehendakNya inginku inginmu adalah ketidak mungkinan yang kita semogakan karna aku percaya semua tak lepas dari kuasa dan kehendak Nya....
"Segala hal boleh terjadi,tetapi ada satu yang tak boleh berubah Keyakinan dan pengharapan kita kepada Allah.....
Ya Robbi,
Jadikan aku hamba-Mu yang sabar,dari segala perkara yang bukan hak-ku....
Menjadi hamba-Mu yang ikhlas,atas segala kewajiban,yang Engkau pilihkan untuk-ku....
Dan sampaikanlah derajat-ku pada derajat hamba-hamba-Mu yang bersyukur menerima ketetapan demi ketetapan-Mu dalam setiap sisi kehidupan-ku...
#Semoga semua mahluk berbahagia....
PON terjebak'
Tanda Batin Weton Pon Sering Tertipu “Doa Menjadi Kaya” Namun Faktanya Rezeki Tak Naik dan Hidup Tak Berubah Weton Pon dikenal memiliki daya...
-
PESAN RASULULLAH SAW SEBELUM WAFAT Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad, Allah berpesan kepada m...
-
KOPI iku tegese (Kopyor Pikire) mulo kopi iku rasane Pait. Nanging sak pait paite kopi isih iso digawe LEGI (legowo ning ati)/berlapang dad...