Jumat, 24 Februari 2017

.49 CIRI- CIRI GANGGUAN JIN YANG PERLU DI RUQYAH

.49 CIRI- CIRI GANGGUAN JIN YANG PERLU DI RUQYAH
==================

Jika ada 5 dari 49 ciri gangguan Jin dan Sihir di bawah ini yang anda rasakan, maka segeralah konsultasikan kepada Ahli ruqyah.

Berikut 49 ciri-ciri orang yang di badannya ada gangguan sihir atau gangguan Jin :

1. Emosi yang tinggi dan sulit dikendalikan. Semisal seorang istri membantah suami atau anak membantah sama ibu dengan sorot mata yang aneh atau suami yang sering memaki istri karena hal kecil.

2. Sering ragu, was-was, ketakutan tanpa sebab yang jelas dihampir semua aktifitas.

3. Adanya dorongan kuat untuk melakukan perbuatan maksiat yang berulang-ulang disertai kemalasan dan
kelesuan luarbiasa untuk melakukan aktifitas shalat dan ibadah lain.

4. Sulit khusyuk dalam mengerjakan sholat, dan jika mampu mendirikan shalat maka sering lupa rakaatnya
secara berulang-ulang.

5. Sesak nafas dan ngantuk berat saat membaca Al Quran (tidak bisa baca lebih dari 30 ayat atau tenggorokan yang terhenti sama sekali, bahkan tertidur saat baru buka mushaf).

6. Melemahnya hati, minder, suka menghayal/melamun, menyendiri dan mengurung diri dikamar secara
berlebihan atau mengasingkan diri dari kehidupan sosial.

7. Cepat lesu dan merasa capai, juga ngantuk saat dalam aktifitas kerja.

8. Sulit konsentrasi atau fokus pada sebuah tujuan, sering gagal, dan terganggu fikiran.

9. Merasakan sakit yang tidak kunjung sembuh; semisal pusing dikepala, mendengung ditelinga, pegal di bahu, belikat dan paha, sakit gigi, mata, tenggorokan, lambung dan dada sesak tanpa sebab yang jelas.

10. Memandang remeh kegiatan ibadah dan lupa atau malas dzikrullah.

11. Depresi tingkat tinggi dan pikiran linglung.

12. Sering merasa sedih secara tiba-tiba hingga menangis tanpa sebab, jantung berdebar-debar keras.

13. Sering kesurupan baik separuh ingatan atau secara total.

14. Sering mendengar bisikan memanggil namanya sendiri, merasa ada yang mengajak bicara, mendengar bisikan menyuruh sesuatu kejahatan semisal; membunuh, memperkosa, memukul, meloncat dari tempat yang tinggi, terjun kesungai atau jurang, menabrakan diri dll.

15. Paranoid dan cemas, merasa bersalah terus, merasa ada yang mengikuti, mengejar dan mengancam akan
membunuh.

16. Sering mencium bau – bauan wangi, bau kembang atau dupa, bau anyir atau busuk (bangkai) yang tidak
terlihat sumber baunya.

17. Pusing berlebih (vertigo) dan melihat benda benda seakan bergerak, berputar, terbalik , miring dan lain
sebagainya.

18. Sering melakukan tindakan-tindakan aneh tanpa disadari atau diluar kendali atau seperti ada yang
mengendalikan dan tidak bisa menahan dalam kondisi sadar sekalipun.

19. Memiliki kemampuan supernatural semisal tiba-tiba dapat meramal, menerawang, membaca fikiran orang
lain atau mengetahui peristiwa yang akan terjadi.

21. Melihat atau “merasakan” keberadaan mahluk halus baik sekilas atau jelas.

22. Rasa sakit disalah satu anggota badan yang tidak terdeteksi dokter atau sakit menahun yang tidak ditemukan solusinya dalam dunia medis

23. Sering tertawa sendiri, semisal melihat mahluk lucu yang tidak dilihat orang lain.

24. Susah tidur (insomnia), gelisah, cemas dan sering terbangun dimalam hari. Dalam kondisi akut biasanya baru bisa tidur jam 3 pagi atau tidak tidur sama-sekali berhari-hari.

25. Susah bangun dan banyak tidur sehingga tidak bisa melakukan ibadah dan aktifitas yang diinginkan.

26. Tindihan (mimpi seakan akan dihimpit benda yang berat dan sulit untuk melepaskan diri dari himpitan tersebut) atau mimpi melihat sesuatu yang mengancam dan menakutkan, seperti ingin berteriak minta tolong namun mulut seperti terkunci.

27. Mimpi melihat sesuatu yang mengerikan atau melihat berbagai binatang menyeramkan semisal ular, serigala, tikus besar, harimau dll.

28. Sering ngigau, tertawa, menangis, berteriak, mengomel, merintih atau bahkan jalan-jalan pada saat tidur
(kondisi mata tertutup).

29. Mimpi seolah-olah jatuh dari tempat yang tinggi dan semua yang berkaitan dengan tempat tinggi; seperti
mendaki tempat yang tinggi.

30. Semua mimpi tentang kuburan; melihat kuburan, melihat proses penguburan, menguburkan, dikuburkan,
atau duduk-duduk dikuburan, tempat sampah atau jalan dan lingkungan yang seram dan mengerikan.

31. Mimpi melihat orang yang aneh seperti tinggi sekali, pendek sekali, putih sekali atau hitam sekali.

32. Mendengkur dengan keras (seperti harimau, dsb) dan gigi yang berbunyi waktu tidur.

33. Mimpi bertemu dengan orang yang sama (laki/perempuan) berkali-kali dan ingin bertemu dengan orang yang dimimpikan tersebut.

34. Mimpi melihat atau bertemu keluarga yang sudah meninggal, melihat mayat, mimpi mati, mimpi berbicara
dengan orang yang mati dan semua mimpi yang berhubungan dengan kematian.

35. Mimpi melihat suatu peristiwa dan keesokan harinya mengalami peristiwa persis seperti yang dialami dalam mimpi tersebut.

36. Gejala tipes; tubuh seperti terbakar atau terpanggang api panas namun ketika dicek dengan termometer
temperatur tubuh normal.

37. Sering mengalami peristiwa kecelakaan kendaraan, ngantuk dijalan atau bahkan gerakan tangan yang tidak bisa dikendalikan. Ataupun berbagai kecelakaan saat mau pergi dakwah atau pergi untuk kebaikan.

38. Impotensi; sering terjadi pada mantan praktisi ilmu hitam semisal dukun, berbagai praktisi ilmu tenaga dalam, praktisi ilmu kebatihan, senam pernafasan, khodam amalan wirid overdosis (ribuan/malam), ilmu laduni instant, susuk, aktivasi otak tengah (aktivasi jin), pernah ikut tarekat yang disertai dengan bai'at dan pengisian, pernah mengamalkan wirid aneh seperti nurbuat, pernah berpuasa aneh (puasa 7 hari 7 malam, puasa mutih dll), meliki jimat/keris dll. Atau kelainan tubuh terjadi karena kedzaliman jin baik karena disuruh penyihir atau maksud tertentu dari jin.

39. Mandul; jin bersarang di dalam rahim atau menghalangi sel telur yang masuk ke rahim, atau bahkan sampai merusak setiap janin yang sudah jadi atas suruhan dukun.

40. Kista/Mium; penyakit ini sudah lama menjadi misteri di dunia kedokteran. Kadang sembuh dengan
mengangkatnya, dan kadang sebaliknya. Untuk membedakan penyakit kista medis atau sihir, kita bisa
membacakan ayat ruqyah ditangan dan meletakannya di perut. Jika terasa hangat atau panas, maka geser keatas. Jika penyakit pindah maka itu adalah kista dari sihir.

41. VicTor (Fikiran Kotor); jin bersarang di mata laki-laki, dan mengendalikannya saat memandang lawan jenis hingga tidak berkedip. Kadang jin bersarang dikemaluan (laki-laki) dan dada (berupa hawa panas, bagi
perempuan) dan membuat fikirannya kotor saat melihat lawan jenisnya.

42. Struk Ringan (tidak bisa berdiri saat mau shalat) atau tidak bisa melakukan gerakan tertentu dalam shalat).

43. Hypertensi, Jantung Bocor, Paru Basah, Batuk Menahun, Kolesterol, Asam Urat, Pengapuran dan penyakit lain yang tidak kunjung sembuh. Hal ini bisa disebabkan secara medis atau sihir, untuk membedakannya cukup bacakan surah al fatihah dan tiupkan ke tangan lalu letakan ditempat yang sakit. Jika terjadi rasa panas atau bertambah sakit maka itu adalah sihir.

44. Jomblo Menahun; sulit menikah, sulit dapat jodoh yang cocok, tidak mau menikah, atau selalu melihat calon suami/istri tiba-tiba menjadi mengerikan hingga akad yang direncanakan bubar.

45. Kedutan disebagian atau seluruh tubuh dengan frekwensi yang mengganggu.

46. Eksim, atau gatal yang sporadis ataupun lebih ringan dari itu yang tidak sembuh-sembuh.

47. Anak yang hyperaktif dan sangat nakal, bertenaga super saat marah, susah dibangunkan shalat dan tidak mau belajar mengaji dan pembantah dengan sorot mata aneh.

48. Anak indigo; sering bngobrol sendiri dan mengaku memiliki teman ghaib atau memiliki kemampuan indra ke 6
18 (mampu melihat jelmaan mahluk halus).

49. Diperkosa Jin. Mimpi didatangi laki-laki dalam bentuk bayangan hitam atau bentuk aneh (menyerupai mahluk alien dll).
=======================

Kamis, 23 Februari 2017

Nasehat Rumah Tangga...

Dawuh Penting KH. Nafi' Abdullah tentang Rumah Tangga

Rumah tangga itu yang penting:

1. Sabar.

2. Sadar diri nak hakikate wong lanang iku seng noto wong wedok (sadar diri kalau hakikatnya suami itu yang menata adalah istri).

3. Nak ndelalahe ono perselisihan/tukaran, ojo ngasik anak-anakmu weruh. (Kalau suatu saat terjadi perselisihan atau ribut, maka jangan sampai terlihat oleh anak).

4. Nak coro Mbah Dullah Salam ndisek, nak anakmu pengen dadi "wong", ngakeh-akehno sedekah, niati nyedekahi anak. Perilaku sedekah iki iso gawe atimu ora kantel karo ndonyo. Nak bojo lanang seng sedekah, ganjarane iku seng entok nggo wong 4, lha nak seng wedok seng sedekah, ganjarane entok nggo wong 7. (Mbah Kyai Abdullah Salam pernah dawuh, jika anakmu ingin jadi "orang" maka perbanyaklah sedekah dengan diniati menyedekahkan untuk anak. Bersedekah ini bisa membuat hatimu tidak terpaut pada duniawi. Jika yang bersedekah adalah suami maka yang mendapat pahala adalah 4 orang. Jika istri yang bersedekah maka 7 orang yang kan mendapatkan pahalanya).

5. Nak wayah pas pertama kali nyentuh bojomu, sentuho embun-embune disek, trus dongakno mugo-mugo pemikirane tambah apek, penalarane apek, lan sedoyone tambah apek. (Saat pertamakali mau menyentuh istrimu, maka sentuhlah dulu ubun-ubunnya. Doakan agar pikirannya tambah baik, penalarannya baik, dan semuanya bertambah baik).

Selasa, 21 Februari 2017

Tanda surga di dunia

.Surga menjadi tempat terindah yang ingin dituju setiap manusia. Konon di dalamnya ada kenikmatan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Manusia berlomba untuk bisa ditempatkan disana dengan melakukan tindakan yang diperintahkan oleh-Nya. 

Memang, surga saat ini masih menjadi misteri Illahi. Namun Nabi Muhammad SAW menggambarkan bagaimana indahnya tempat ini.  Ada istana yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, bidadari yang cantinya tiada tara, buah-buahan yang boleh dipetik kapan saja, sungai, serta batuan indah lainnya.

Tapi tahukah anda bahwa ternyata ada benda-benda dari surga yang keberadaannya sampai ke bumi kita? Salah satu diantaranya bahkan ditemukan di Indonesia. Apa saja kelima benda tersebut? Berikut ulasannya. 

1. Hajar Aswad 
Hajar Aswad sangat familiar bagi umat Islam. Batu hitam yang berada di salah satu sisi Kabbah ini dipercaya berasal dari surga. Berdasarkan hadist, Hajar Aswad dibwa langsung oleh Malaikat Jibril as dan diserahkan kepada Nabi Ismail AS dan Ibrahim AS sewaktu membangun Kabbah.

Dari Abdullah bin Amru berkata, "Malaikat Jibril telah membawa Hajar Aswad dari surga lalu meletakkannya di tempat yang kamu lihat sekarang ini. Kamu tetap akan berada dalam kebaikan selama Hajar Aswad itu ada. Nikmatilah batu itu selama kamu masih mampu menikmatinya. Karena akan tiba saat di mana Jibril datang kembali untuk membawa batu tersebut ke tempat semula. (HR Al-Azraqy).

Rasulullah SAW bersabda “Hajar Aswad turun dari surga, batu tersebut begitu putih, lebih putih dari pada susu. Dosa manusialah yang membuat batu tersebut menjadi hitam”. (H.R. Tirmidzi 877).

“Hajar aswad adalah batu dari surga. Batu tersebut lebih putih dari salju. Dosa orang-orang musyriklah yang membuatnya menjadi hitam.” (HR. Ahmad 1: 307)

2. Kayu Gaharu 
Kayu Gaharu juga dipercaya menjadi salah satu hal yang berasal dari surga. Di Indonesia, Gaharu banyak ditemukan di merauke papuan, di borneo Kalimantan, Sulawesi dan di sebagaian Pulau Sumatra. Kayu ini memecahkan rekor sebagai kayu termahal di dunia. Kayu gaharu yang mengandung gupal bisa dihargai hingga puluhan juta rupiah per kilonya. Produk olahan dari kayu gaharu, bisa berupa dupa, gelang, kalung dan tasbih gaharu.

Pohon dan kayu gaharu menjadi tenar dan mahal lantaran mengandung resin akan berbau harum dan banyak digunakan dalam industri kosmetika maupun obat-obatan. Kayu gaharu menjadi salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia. Sayangnya, mahalnya harga kayu gaharu berimbas pada semakin langkanya pohon ini. Bagaimana tidak mahal, asalnya saja dari tempat terindah di alam semesta.

Dari Abi Hurairah radliyalahu ‘anh, bahwa Rosulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda : “Golongan penghuni surga yang pertama kali masuk surga adalah berbentuk rupa bulan pada malam bulan purnama, … (sampai ucapan beliau) …, nyala perdupaan mereka adalah gaharu, Imam Abul Yaman berkata, maksudnya adalah kayu gaharu. (HR. Imam Bukhori).

3. Batu Maqam Nabi Ibrahim
Batu ini terletak disisi Kabbah. Dahulunya menjadi pijakan Nabi Ibrahim ketika membangun Kabbah. Menariknya batu ini layaknya katrol yang membantu pembangunan gedung bertingkat pada era kini. Ketika nabi ibrahim perlu meletakkan batu-batuan dan tanah pada tempat yang tinggi dari ka'bah maka nabi hanya cukup berdiri diatas batu maqam tersebut, sehingga batu tersebut megangkat nabi ke atas, dan ketika selesai maka ia turun pula dengan sendirinya ke bawah hingga mendekati nabi ismail yang berada di bawah untuk mengambil batu-batuan bangunan. 

Pada batu tersebut masih tampak bekas kedua telapak kaki Nabi ibrahim. Dahulunya batu ini memancarkan cahaya putih seperti Hajar aswad, namun allah telah memadamkan cahayanya karena seandainya cahaya tersebut masih ada, digabungkan dengan cahaya Batu Hajar Aswad maka akan menerangi seluruh bagian yang ada di antara ufuk timur dan ufuk barat.

Tentang Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim ini Rasulullah SAW bersabda, "Rukun (Hajar aswad) dan Maqam Ibrahim adalah dua batu akik yang diturunkan dari surga yang telah Allah redupkan sinarnya, kalau seandainya tidak demikian niscaya sinarnya akan menyinari seluruh penjuru dunia dari Timur sampai ke Barat".

4. Daun Tin
Saat nabi Adam as memakan buah khuldi, maka seketika itu pula terlepaslah pakaian nabi adam tanpa sehelai benang pun di tubuh beliau, kemudian nabi adam pun mengambil dedaunan yang ada di surga untuk menutupi tubuhnya karena malu, namun dedaunan tersebut malah menjauh dari beliau, tapi ada satu dedaunan yang merasa iba kepada nabi Adam yaitu daun-daun pohon Tin, karena daun Tin tidak sanggup melihat kondisi nabi adam pada saat itu. Inilah daun-daunan yang sangat berjasa bagi nabi Adam sehingga daun Tin ini Allah berikan kelebihan padanya berupa buah yang manis tanpa berbiji.

5. Cincin Nabi Sulaiman
Wahab bin Munabih mengatakan bahwa cincin Nabi Sulaiman dikenal dengan nama "Cincin taat Nabi Sulaiman"  yang diciptakan Allah dari cahaya yang bersinar sangat terang yang cahayanya mengalahkan setiap cahaya berasal dari langit yang memiliki empat sisi diantara sisinya tertulis kata :

Pada sisi pertama tertulis "Laa ilaha ilallah Wahdahu laa syarikalahu Muhammadan abduhu wa rasuluhu" Artinya : Tidak ada Tuhan selain Allah tidak ada sekutu baginya, Muhammad adalah hamba dan rasulnya.

Pada sisi kedua tertulis "Allahumma malikal mulki tu'til mulka man tasya wa tanzi'ul mulka man tasya wa tu'izu man tasya wa tuzilu man tasya" Wahai Allah raja yang memiliki kerajaan, engkau berikan kekuasaan kepada yang engkau kehendaki dan engkau hinakan orang yang engkau kehendaki "

Pada sisi ketiga tertulis "Kullu syai'in haalikun illallah" Artinya : Segala sesuatu akan musnah kecuali Allah. .

Dan pada sisi keempat tertulis "Tabarokta ilahiy laa syariika laka" Artinya : Maha suci engkau wahai Tuahanku yang tidak ada sekutu bagimu.

Cincin tersebut memiliki cahaya yang bersinar yang apabila dikenakan maka akan berkumpul para jin, manusia, burung, angin, setan dan awan.di mana angin sebagai kendaraannya, Manusia dan Jin sebagai bala tentaranya, burung sebagai pembantu dan teman bicaranya , binatang buas sebagai pekerjanya, dan para Malaikat sebagai utusannya.

Beliau pernah berdoa kepada Allah meminta kerajaan yang tidak pernah ada yang menyamai setelahnya. sebagaimana firman Allah Swt : “Ia (Sulaiman) berkata: “ Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugrahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi ” (Q.S Shaad : 35)

Jumat, 06 Januari 2017

"KategoriPenuntutIlmu BidayatulHidayah ImamGhazali

"KategoriPenuntutIlmu BidayatulHidayah ImamGhazali...

"Ketahuilah bahwa dalam menuntut ilmu, manusia terbagi atas tiga kategori :

(1) Seseorang yang menuntut ilmu guna dijadikan bekal untuk akhirat dimana ia ha­nya ingin mengharap ridha Allah dan negeri akhirat.
Ini termasuk kelompok yang beruntung..

(2) Seseorang yang menuntut ilmu guna dimanfaatkan dalam kehidupan­nya di dunia sehingga ia bisa memperoleh kemuliaan, kedudukan, dan harta. Ia tahu dan sadar bahwa keada­annya lemah dan niatnya hina.
Orang ini termasuk ke dalam kelompok yang berisiko. Jika ajalnya tiba sebelum sempat bertobat, yang dikhawatirkan adalah peng­habisan yang buruk (su’ ul-khatimah) dan keadaannya menjadi berbahaya. Tapi jika ia sempat bertobat sebe­lum ajal tiba, lalu berilmu dan beramal serta menutupi kekurangan yang ada, maka ia termasuk orang yang beruntung pula. Sebab, orang yang bertobat dari dosa­nya seperti orang yang tak berdosa...

(3) Seseorang yang terperdaya oleh setan Ia pergunakan ilmunya sebagai sarana untuk memperbanyak harta,serta untuk berbang­ga dengan kedudukannya dan menyombongkan diri de­ngan besarnya jumlah pengikut Ilmunya menjadi tumpuan untuk meraih sasaran duniawi Bersamaan dengan itu,ia masih mengira bahwa dirinya mempunyai posisi khusus di sisi Allah karena ciri-ciri,pakaian,dan ke­pandaian berbicaranya yang seperti ulama,padahal ia begitu tamak kepada dunia lahir dan batin....

#Semoga bermanfaat....

"MAULANA JALALUDDIN AR-RUMI DAN SEBUAH BOTOL MINUMAN YANG DIBAWANYA"

"MAULANA JALALUDDIN AR-RUMI DAN SEBUAH BOTOL MINUMAN YANG DIBAWANYA"

Suatu malam, Maulana Jalaluddin Rumi mengundang Syams Tabrizi ke rumahnya. Sang Mursyid Syamsuddin pun menerima undangan itu dan datang ke kediaman Maulana. Setelah semua hidangan makan malam siap, Syams berkata pada Rumi;

“Apakah kau bisa menyediakan minuman untukku?”. (yang dimaksud : arak / khamr)

Maulana kaget mendengarnya, “memangnya anda juga minum?’.

“Iya”, jawab Syams.

Maulana masih terkejut,”maaf, saya tidak mengetahui hal ini”.

“Sekarang kau sudah tahu. Maka sediakanlah”.

“Di waktu malam seperti ini, dari mana aku bisa mendapatkan arak?”.

“Perintahkan salah satu pembantumu untuk membelinya”.

“Kehormatanku di hadapan para pembantuku akan hilang”.

“Kalau begitu, kau sendiri pergilah keluar untuk membeli minuman”.

“Seluruh kota mengenalku. Bagaimana bisa aku keluar membeli minuman?”.

“Kalau kau memang muridku, kau harus menyediakan apa yang aku inginkan. Tanpa minum, malam ini aku tidak akan makan, tidak akan berbincang, dan tidak bisa tidur”.

Karena kecintaan pada Syams, akhirnya Maulana memakai jubahnya, menyembunyikan botol di balik jubah itu dan berjalan ke arah pemukiman kaum Nasrani.

Sampai sebelum ia masuk ke pemukiman tersebut, tidak ada yang berpikir macam-macam terhadapnya, namun begitu ia masuk ke pemukiman kaum Nasrani, beberapa orang terkejut dan akhirnya menguntitnya dari belakang.

Mereka melihat Rumi masuk ke sebuah kedai arak. Ia terlihat mengisikan botol minuman kemudian ia sembunyikan lagi di balik jubah lalu keluar.

Setelah itu ia diikuti terus oleh orang-orang yang jumlahnya bertambah banyak. Hingga sampailah Maulana di depan masjid tempat ia menjadi imam bagi masyarakat kota.

Tiba-tiba salah seorang yang mengikutinya tadi berteriak; “Ya ayyuhan naas, Syeikh Jalaluddin yang setiap hari jadi imam shalat kalian baru saja pergi ke perkampungan Nasrani dan membeli minuman!!!”.

Orang itu berkata begitu sambil menyingkap jubah Maulana. Khalayak melihat botol yang dipegang Maulana. “Orang yang mengaku ahli zuhud dan kalian menjadi pengikutnya ini membeli arak dan akan dibawa pulang!!!”, orang itu menambahi siarannya.

Orang-orang bergantian meludahi muka Maulana dan memukulinya hingga serban yang ada di kepalanya lengser ke leher.

Melihat Rumi yang hanya diam saja tanpa melakukan pembelaan, orang-orang semakin yakin bahwa selama ini mereka ditipu oleh kebohongan Rumi tentang zuhud dan takwa yang diajarkannya. Mereka tidak kasihan lagi untuk terus menghajar Rumi hingga ada juga yang berniat membunuhnya.

Tiba-tiba terdengarlah suara Syams Tabrizi; “Wahai orang-orang tak tahu malu. Kalian telah menuduh seorang alim dan faqih dengan tuduhan minum khamr, ketahuilah bahwa yang ada di botol itu adalah cuka untuk bahan masakan. Seseorang dari mereka masih mengelak;

“Ini bukan cuka, ini arak”. Syams mengambil botol dan membuka tutupnya. Dia meneteskan isi botol di tangan orang-orang agar menciumnya. Mereka terkejut karena yang ada di botol itu memang cuka. Mereka memukuli kepala mereka sendiri dan bersimpuh di kaki Maulana. Mereka berdesakan untuk meminta maaf dan menciumi tangan Maulana hingga pelan-pelan mereka pergi satu demi satu.

Rumi berkata pada Syams, “Malam ini kau membuatku terjerumus dalam masalah besar sampai aku harus menodai kehormatan dan nama baikku sendiri. Apa maksud semua ini?”.

“Agar kau mengerti bahwa wibawa yang kau banggakan ini hanya khayalan semata. Kau pikir penghormatan orang-orang awam seperti mereka ini sesuatu yang abadi? Padahal kau lihat sendiri, hanya karena dugaan satu botol minuman saja semua penghormatan itu sirna dan mereka jadi meludahimu, memukuli kepalamu dan hampir saja membunuhmu. Inilah kebanggaan yang selama ini kau perjuangkan dan akhirnya lenyap dalam sesaat.

Maka bersandarlah pada yang tidak tergoyahkan oleh waktu dan tidak terpatahkan oleh perubahan zaman.

( Dari kumpulan kisah Maulana Jalaluddin Rumi )

"Semoga kita dapat nengambil hikmah dari kisah tersebut janganlah kita membanggakan kedudukan,pangkat dan kekayaan kita karena itu semua hanyalah permainan dunia....semoga ada hikmah nya buat kita semua....

Rabu, 28 Desember 2016

Tak terkenal di dunia terkenal di langit

Di Yaman, tinggalah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni yang berpenyakit sopak, tubuhnya belang-belang. Walaupun cacat, ia adalah pemuda yang soleh dan sangat berbakti kepadanya Ibunya. Ibunya adalah seorang wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan Ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan.

"Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersama dengan kamu, ikhtiarkan agar Ibu dapat mengerjakan haji," pinta Ibunya. Uwais tercenung, perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh melewati padang pasir tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Namun Uwais sangat miskin dan tak memiliki kendaraan.

Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seeokar anak lembu, Kira-kira untuk apa anak lembu itu? Tidak mungkinkan pergi Haji naik lembu. Olala, ternyata Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi beliau bolak balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. "Uwais gila.. Uwais gila..." kata orang-orang. Yah, kelakuan Uwais memang sungguh aneh.

Tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi.

Setelah 8 bulan berlalu, sampailah musim Haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kg, begitu juga dengan otot Uwais yang makin membesar. Ia menjadi kuat mengangkat barang. Tahulah sekarang orang-orang apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari. Ternyata ia latihan untuk menggendong Ibunya.

Uwais menggendong ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Mekkah! Subhanallah, alangkah besar cinta Uwais pada ibunya. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.

Uwais berjalan tegap menggendong ibunya tawaf di Ka'bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka'bah, ibu dan anak itu berdoa. "Ya Allah, ampuni semua dosa ibu," kata Uwais. "Bagaimana dengan dosamu?" tanya ibunya heran. Uwais menjawab, "Dengan terampunnya dosa Ibu, maka Ibu akan masuk surga. Cukuplah ridho dari Ibu yang akan membawa aku ke surga."

Subhanallah, itulah keinganan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah SWT pun memberikan karunianya, Uwais seketika itu juga disembuhkan dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Tahukah kalian apa hikmah dari bulatan disisakan di tengkuk? itulah tanda untuk Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib, dua sahabat utama Rasulullah SAW untuk mengenali Uwais.

Beliau berdua sengaja mencari Uwais di sekitar Ka'bah karena Rasullah SAW berpesan "Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kamu berdua pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman. Dia akan muncul di zaman kamu, carilah dia. Kalau berjumpa dengan dia minta tolong dia berdua untuk kamu berdua."

"Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan)." (HR. Bukhari dan Muslim)

CERITA KEHIDUPAN UWAIS AL QORNI

Pemuda bernama Uwais Al-Qarni. Ia tinggal dinegeri Yaman. Uwais adalah seorang yang terkenal fakir, hidupnya sangat miskin. Uwais Al-Qarni adalah seorang anak yatim. Bapaknya sudah lama meninggal dunia. Ia hidup bersama ibunya yang telah tua lagi lumpuh. Bahkan, mata ibunya telah buta. Kecuali ibunya, Uwais tidak lagi mempunyai sanak family sama sekali.

Dalam kehidupannya sehari-hari, Uwais Al-Qarni bekerja mencari nafkah dengan menggembalakan domba-domba orang pada waktu siang hari. Upah yang diterimanya cukup buat nafkahnya dengan ibunya. Bila ada kelebihan, terkadang ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti dia dan ibunya. Demikianlah pekerjaan Uwais Al-Qarni setiap hari.

Uwais Al-Qarni terkenal sebagai seorang anak yang taat kepada ibunya dan juga taat beribadah. Uwais Al-Qarni seringkali melakukan puasa. Bila malam tiba, dia selalu berdoa, memohon petunjuk kepada Allah. Alangkah sedihnya hati Uwais Al-Qarni setiap melihat tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka telah bertemu dengan Nabi Muhammad, sedang ia sendiri belum pernah berjumpa dengan Rasulullah. Berita tentang Perang Uhud yang menyebabkan Nabi Muhammad mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya, telah juga didengar oleh Uwais Al-Qarni. Segera Uwais mengetok giginya dengan batu hingga patah. Hal ini dilakukannya sebagai ungkapan rasa cintanya kepada Nabi Muhammmad saw, sekalipun ia belum pernah bertemu dengan beliau. Hari demi hari berlalu, dan kerinduan Uwais untuk menemui Nabi saw semakin dalam. Hatinya selalu bertanya-tanya, kapankah ia dapat bertemu Nabi Muhammad saw dan memandang wajah beliau dari dekat? Ia rindu mendengar suara Nabi saw, kerinduan karena iman.

Tapi bukankah ia mempunyai seorang ibu yang telah tua renta dan buta, lagi pula lumpuh? Bagaimana mungkin ia tega meninggalkannya dalam keadaan yang demikian? Hatinya selalu gelisah. Siang dan malam pikirannya diliputi perasaan rindu memandang wajah nabi Muhammad saw.

Akhirnya, kerinduan kepada Nabi saw yang selama ini dipendamnya tak dapat ditahannya lagi. Pada suatu hari ia datang mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinyadan mohon ijin kepada ibunya agar ia diperkenankan pergi menemui Rasulullah di Madinah. Ibu Uwais Al-Qarni walaupun telah uzur, merasa terharu dengan ketika mendengar permohonan anaknya. Ia memaklumi perasaan Uwais Al-Qarni seraya berkata, “pergilah wahai Uwais, anakku! Temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa dengan Nabi, segeralah engkau kembali pulang.”

Betapa gembiranya hati Uwais Al-Qarni mendengar ucapan ibunya itu. Segera ia berkemas untuk berangkat. Namun, ia tak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkannya, serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi. Sesudah berpamitan sembari mencium ibunya, berangkatlah Uwais Al-Qarni menuju Madinah.

Uwais Ai-Qarni Pergi ke Madinah

Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya Uwais Al-Qarni sampai juga dikota madinah. Segera ia mencari rumah nabi Muhammad saw. Setelah ia menemukan rumah Nabi, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam, keluarlah seseorang seraya membalas salamnya. Segera saja Uwais Al-Qarni menanyakan Nabi saw yang ingin dijumpainya. Namun ternyata Nabi tidak berada dirumahnya, beliau sedang berada di medan pertempuran. Uwais Al-Qarni hanya dapat bertemu dengan Siti Aisyah ra, istri Nabi saw. Betapa kecewanya hati Uwais. Dari jauh ia datang untuk berjumpa langsung dengan Nabi saw, tetapi Nabi saw tidak dapat dijumpainya.

Dalam hati Uwais Al-Qarni bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi saw dari medan perang. Tapi kapankah Nabi pulang? Sedangkan masih terngiang di telinganya pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman, “engkau harus lekas pulang”.

Akhirnya, karena ketaatannya kepada ibunya, pesan ibunya mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi saw. Karena hal itu tidak mungkin, Uwais Al-Qarni dengan terpaksa pamit kepada Siti Aisyah ra untuk segera pulang kembali ke Yaman, dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi saw. Setelah itu, Uwais Al-Qarni pun segera berangkat mengayunkan langkahnya dengan perasaan amat haru.

Peperangan telah usai dan Nabi saw pulang menuju Madinah. Sesampainya di rumah, Nabi saw menanyakan kepada Siti Aisyah ra tentang orang yang mencarinya. Nabi mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni anak yang taat kepada ibunya, adalah penghuni langit. Mendengar perkataan Nabi saw, Siti Aisyah ra dan para sahabat tertegun. Menurut keterangan Siti Aisyah ra, memang benar ada yang mencari Nabi saw dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. Nabi Muhammad saw melanjutkan keterangannya tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit itu, kepada para sahabatnya., “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia, perhatikanlah ia mempunyai tanda putih ditengah talapak tangannya.”

Sesudah itu Nabi saw memandang kepada Ali ra dan Umar ra seraya berkata, “suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”

Waktu terus berganti, dan Nabi saw kemudian wafat. Kekhalifahan Abu Bakar pun telah digantikan pula oleh Umar bin Khatab. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi saw tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kembali sabda Nabi saw itu kepada sahabat Ali bin Abi Thalib ra. Sejak saat itu setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, Khalifah Umar ra dan Ali ra selalu menanyakan tentang Uwais Al Qarni, si fakir yang tak punya apa-apa itu, yang kerjanya hanya menggembalakan domba dan unta setiap hari? Mengapa khalifah Umar ra dan sahabat Nabi, Ali ra, selalu menanyakan dia?

Rombongan kalifah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kalifah itu pun tiba di kota Madinah. Melihat ada rombongan kalifah yang baru datang dari Yaman, segera khalifah Umar ra dan Ali ra mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, khalifah Umar ra dan Ali ra segera pergi menjumpai Uwais Al-Qarni.

Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, khalifah Umar ra dan Ali ra memberi salam. Tapi rupanya Uwais sedang shalat. Setelah mengakhiri shalatnya dengan salam, Uwais menjawab salam khalifah Umar ra dan Ali ra sambil mendekati kedua sahabat Nabi saw ini dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar ra dengan segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada di telapak tangan Uwais, seperti yang pernah dikatakan oleh Nabi saw. Memang benar! Tampaklah tanda putih di telapak tangan Uwais Al-Qarni.

Wajah Uwais Al-Qarni tampak bercahaya. Benarlah seperti sabda Nabi saw bahwa dia itu adalah penghuni langit. Khalifah Umar ra dan Ali ra menanyakan namanya, dan dijawab, “Abdullah.” Mendengar jawaban Uwais, mereka tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?” Uwais kemudian berkata, “Nama saya Uwais Al-Qarni”.

Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais Al-Qarni telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali ra memohon agar Uwais membacakan do'a dan istighfar untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada Khalifah, “saya lah yang harus meminta do'a pada kalian.”

Mendengar perkataan Uwais, khalifah berkata, “Kami datang kesini untuk mohon doa dan istighfar dari anda.” Seperti yang dikatakan Rasulullah sebelum wafatnya. Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais Al-Qarni akhirnya mengangkat tangan, berdoa dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar ra berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menampik dengan berkata, “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.”

Fenomena Ketika Uwais Al-Qarni Wafat

Beberapa tahun kemudian, Uwais Al-Qarni berpulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana pun sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburannya, disana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya.

Meninggalnya Uwais Al-Qarni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak kenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais Al-Qarni adalah seorang fakir yang tidak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, disitu selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu.

Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais Al-Qarni? bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanyalah sebagai penggembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamanmu.”

Berita meninggalnya Uwais Al-Qarni dan keanehan-keanehan yang terjadi ketika wafatnya telah tersebar ke mana-mana. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya, siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni disebabkan permintaan Uwais Al-Qarni sendiri kepada Khalifah Umar ra dan Ali ra, agar merahasiakan tentang dia. Barulah di hari wafatnya mereka mendengar sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi saw, bahwa Uwais Al-Qarni adalah penghuni langit.

Selasa, 27 Desember 2016

MASALAH

MASALAH

Ternyata…..

Hidup ini mudah.

Yang sulit itu membangun kehidupan.
Kita sering terjebak.

Kadang jatuh bangun.

Kadang menangis.

Kadang tertawa.
Namun, kita sering menyembunyikan semua masalah yang ada pada diri kita, agar orang menganggap diri kita tidak punya masalah.
Atau, karena kita malu bercerita kepada orang lain, bahwa sebenarnya kita butuh seseorang yang bisa membantu kita membangun surga dalam hidup ini.
Kawan…..
Tidak ada hidup yang tidak punya masalah.

Semua punya masalah.
Hidup sendiri, punya masalah.

Sudah menikah belum punya anak, punya masalah.
Punya banyak anak, timbul masalah.
Tidak punya duit, jadi masalah.

Banyak duit ada masalah.
Tidak ada pekerjaan, bermasalah.

Punya pekerjaan, dapat masalah.
Jadi, kehidupan ini memang selalu ada masalah.
Masalah silih berganti, datang tanpa diduga.
Kadang seperti pakaian yang selalu dipakai.

Lalu dilepas ketika kotor.
Lalu dipakai lagi.

Dilepas lagi.
Sampai kita lupa, ternyata kita suka meminjam hak orang lain.

Dan itulah masalahnya.
Lalu, di manakah yang tidak ada masalah…..?
Apakah nanti…..

Di tempat 1×2 meter…..

Di tanah yang berlubang…..
Benarkah di tempat itu tidak ada masalah….?
Di tempat itu, kita juga harus mempertanggung jawabkan berbagai masalah.
Malah lebih banyak lagi masalah.

Karena di situlah semua masalah berkumpul menjadi satu.
Masalah hidup.

Dan masalah kematian.
Hidup punya masalah.

Mati pun ada masalah.
Duh Gusti…..
Manusia memang diciptakan tempatnya masalah.
Namun, justru KAU ada di dalamnya.
KAU yang menciptakan masalah.

Namun, KAU juga yang menghilangkan masalah.
BagiMU…..

Memang tidak ada masalah.

Karena KAU tahu akhir dari kesudahan ini.
Kami hanyalah Wayang.

Dan KAU adalah Dalangnya.
KAU yang menggerakkan.

KAU pula yang bermain.

KAU yang bicara.

KAU pula yang memberi peran.
Lalu, apa yang membuat hidup ini punya masalah…..?
Bukankah “lakon” Wayang usai bila sang Dalang sudah tidak ingin bermain…..?
Kawan…..

Ketika kita punya masalah, kadang masalah itu selalu kita pikirkan.

Semakin kita pikirkan, semakin kita terjebak masalah.
Mari kita perhatikan burung elang dan lebah.⁠
Tahukah, jika kita masukkan seekor burung elang dalam sebuah kandang ukuran 2 x 2,5 meter, dan bagian atapnya terbuka, tetap elang itu tidak bisa terbang.
Ternyata elang akan memulai terbang dari tanah dengan berlari sejauh 3 – 3,5 meter.
Tanpa tempat untuk berlari, elang tidak akan mampu terbang dan terjebak selamanya dalam kandang kecil tanpa penutup.
Dan tahukah, jika seekor lebah yang jatuh ke dalam cangkir kopi yang terbuka, juga akan tetap di sana sampai mati.
Lebah tidak pernah melihat jalan ke luar pada bagian atasnya, melainkan terus berusaha mencari jalan ke luar lewat pinggir dekat dasarnya.
Nah…..

Ternyata banyak dari kita juga seperti burung elang dan lebah itu.
Bergumul dengan masalah.
Fokus terus dengan masalah.
Mengeluh terus sampai akhirnya frustasi sendiri.
Sadarilah bahwa jawaban dari masalah kita adalah selalu di atas, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa.
Biarkan DIA yang menyelesaikan masalah kita.
Bermohonlah dan lepaskanlah semua masalah.
Solusinya hanya ada pada DIA.
DIA hanya ingin agar kita selalu ingat pada-Nya.

Dan menggantungkan hidup hanya kepada-Nya.
Makanya masalah itu dimunculkan, agar kita tidak melupakan-Nya.

Agar kita selalu bersama dengan-Nya.
Perhatikan ayat ini,

BISMILLAHI LAZI HUWA MUDABBIROL UMUUR

Dengan nama Allah Yang Mengatur segala urusan.
Siapa yang mengatur hidup kita?

Siapa yang mampu mengatur segala urusan dalam hidup ini?
Kita sendiri?
Apakah kita mampu?
Kita tidak akan mampu.
Kita hanya tempat untuk menerima masalah.
Tuhanlah yang mengatur segala urusan kita.
Jadi, harusnya kita sudah tahu kepada siapa segala urusan itu kita serahkan.
Kawan…..
Kita harus kembali menjadi bayi.

Perhatikan bayi.

Bayi ketika lahir, ia tahu masalah yang akan ia hadapi.

Ia tahu tubuhnya lemah. Tidak berdaya. Tidak mampu melakukan apapun.

Makanya ia menggantungkan hidupnya, sepenuhnya hanya kepada ibunya.
Dalam dekapan seorang ibu, bayi merasa tentram dan damai. Karena ia tahu, masalah hidupnya hanya bisa diselesaikan bersama seorang ibu.
Harusnya kita pun demikian. Jadikan Tuhan itu segala-galanya.

Ketika kita punya masalah, kembalikan masalah itu kepada Tuhan. Kita selesaikan masalah hidup kita bersama Tuhan. Kita libatkan Tuhan dalam segala aktivitas hidup kita.
Kawan…..
Jangan selesaikan masalah hidup kita sendiri. Kita minta pertolongan DIA.

Jangan pikirkan bagaimana caranya Tuhan menyelesaikan masalah kita.

Hadapi saja apapun yang terjadi. Tuhan punya banyak solusi.

Sebanyak apapun masalah hidup kita, sebanyak itu pula jalan ke luarnya.
Tuhan tidak pernah membiarkan kita larut dalam duka.

Selama diri kita masih ingat kepada-Nya. Selama diri kita selalu bersama-Nya. Jangan pernah takut menghadapi “gelapnya” kehidupan.

Karena DIA adalah cahaya di atas cahaya yang mampu menerangi apapun juga.
Kita adalah alam kegelapan.

Dan cahayanya adalah DIA.

DIA adalah penerang dalam kegelapan.
Biarkan segalanya terjadi. Karena hidup memang telah terjadi.
Berani hidup berarti berani menghadapi masalah.

Selama kita selalu bersama dengan-Nya, jangan pernah merasa takut dengan apapun.

Salam bahagia......

Anakku...

"Anakku Jika kejahatan dibalas kejahatan itu Namanya dendam....

Mengapa perlu membenci,sedangkan kasih sayang itu indah...

Karna Orang yang sabar ialah orang yang memiliki segalanya....

Nabi Muhammad Saw bersabda kepada Anas bin Malik ra., “Wahai anakku, jika engkau dapat menjadikan dirimu berada di pagi dan sore hari,sedang tak ada di hatimu kebencian terhadap siapapun, lakukanlah hal itu Karena itu adalah sunnahku,dan barang siapa menghidupkan sunnahku,maka ia telah menghidupkanku dan barangsiapa menghidupkanku,maka ia akan bersamaku kelak di surga.” (HR.Turmudzi)

Jumat, 23 Desember 2016

Tak ada kejadian...

بِسْـــــمِ اللَّهِ الرَّ حْمَـــنِ الرَّ حِيْـــمِ

Tak ada kejadian yang sia-sia
Tak ada kejadian yang kebetulan

Segala sesuatu hanya bisa terjadi dgn ijinNya

Pasti sarat dgn makna ...
Pasti penuh dgn ilmu ...
Pasti hikmahnya melimpah

Barangsiapa yg peka dan bening hatinya.
Niscaya akan melihat keindahan PerbuatanNya.

Akan hilang keluh kesah dan kecewa ...
Berganti dgn airmata takjub ... terpana akan ke Maha Sempurnaan takdir-takdirNya, ke Maha Cermatan PengaturanNya

Semuanya semata² untuk kebaikan kita ...
Semuanya karena Cinta dan Kasih sayang-Nya yang melimpah kepada kita ...

Disaat kita tidak mengerti pada suatu keadaan, tidak menemukan suatu jawaban atas pertanyaan, tetaplah berbaik sangka. Yakinlah tak ada suatu kejadian yang Allah ijinkan dengan sia-sia.
Tetaplah jalankan saja semua perintah-Nya dan jauhi semua larangan-Nya....

Keselamatan itu ada dalam menaati Allah سبحانه وتعالى , yakni melakukan perintah dan meninggalkan larangan-Nya serta bersabar atas segala takdir-Nya....

"Barang siapa memenuhi panggilan Allah سبحانه وتعالى , Allah akan memenuhi permohonannya. Dan barang siapa menaati Allah سبحانه وتعالى , maka segala sesuatu akan menaatinya."
(Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)

Cinta sejati melahirkan ketaatan pada Allah sang pemilik cinta yang Maha Suci bukan selain-Nya....

Smg bermanfaat.....

Bala tentara hati

Met pagi..........

.  بِسْـــــمِ اللَّهِ الرَّ حْمَـــنِ الرَّ حِيْـــمِ

Cahaya adalah bala terntara hati, sedangkan kegelapan adalah bala tentara nafsu. Bila Allah berhendak monolong hamba-Nya maka Dia membentangkan cahaya yang akan menjadi bala tentara hati, dan diputusnya hubungan kegelapan dan kepalsuan yg akan membantu tentara nafsu.

Fitrahnya hati cenderung pada perbuatan terpuji, sekalipun tdk menyenangkan pada awalnya namun menguntungan di kemudian hari. Sementara nafsu cenderung melakukan perbuatan yg tercela yg terasa menyenangkan sesaat namun menyengsarakan di kemudian hari.

Wahai diri..
Jika engkau belum mampu memenjarakan hawa nafsumu. Lintasan demi lintasan mungkin terus menerus singgah di hatimu. Maafkanlah dirimu, dan terus beristighfar dan mohon pertolongan-Nya.
Sungguh tak ada daya dan upaya tanpa pertolongan-Nya. Allah berjanji akan mengeluarkan orang2 yg beriman dari kegelapan kpd cahaya. Janji Allah benar dan Dia tak akan mengingkari janji-Nya.

Hanya Engkau sebaik-baiknya Pelindung Ya Rabb........

Dawuh mbah sholeh Qosim

Mbah Sholeh qosim sepanjang nate dawuh:Kanjeng Nabi Saw naliko ape hijroh ndaleme Kanjeng Nabi Saw di kepung karo wong-wong kafir quroys,banjur Sayiddina Ali gantene kanjeng Nabi Saw,nok panngon tileme kanjeng Nabi saw,banjur Nabi Saw medal ndaleme kaleh Sayiddina Abu Bakar,Nabi Saw Mundut pasir Sak gegem Banjur Moco:
وَجَعَلْنَا مِن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدّاً وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدّاً فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لاَ يُبْصِرُونَ
terus di sawurno,kanti kersane Alloh Swt wong-wong seng ngepung Ndaleme kanjeng Nabi saw turu kabeh..
-Lhan naliko biyen jaman penjajahan aku(mbah sholeh) melu berjuang karo poro ulama',nek ape melbu markase Londo jupuk bedil,senjata yo ayat
وَجَعَلْنَا مِن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدّاً وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدّاً فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لاَ يُبْصِرُونَ
-iki seng diwoco,wong londo moro2 ngantuk,banjur keturon
-Nganggo senjata pelinteng/ketapel wae gae melinteng teng-teng nge londo iso mbeledos,ngeneki cah-cah sak iki nk di ceritani akeh seng gak ngandel jarene gak masuk akal.

PON terjebak'

Tanda Batin Weton Pon Sering Tertipu “Doa Menjadi Kaya” Namun Faktanya Rezeki Tak Naik dan Hidup Tak Berubah Weton Pon dikenal memiliki daya...