Selasa, 08 November 2016

Hati

BERSIHKAN HATIMU DUNIA AKAN DITAKLUKKAN UNTUKMU
Suatu ketika, seorang pemuda sufi mendatangi Abu Said Abul Khair untuk mendalami ilmu tasawufnya, sejak lama ia ingin berguru langsung kepada beliau.

Beliau adalah seorang guru Sufi yang terkenal dizamannya karena "karamah"nya dan beliau aktif mengajar tasawuf di pengajian-pengajian.

Rumah guru sufi itu terletak di tengah-tengah padang pasir.
Ketika sufi muda itu tiba di rumahnya, Abul Khair sedang memimpin Majelis pengajian, di tengah-tengah para muridnya.

Sewaktu Abul Khair membaca surah Al-Fatihah dan tiba pada ayat: Ghairil maghdubi 'Alaihim, Wa Ladh Dhallin.
Sufi muda itu berpikir,
Bagaimana mungkin ia seorang Guru sufi terkenal?
Suara bacaan Al Fatehahnya tidak bagus begitu.
Bagaimana mungkin aku bisa berguru kepadanya.
Selain Bacaan Quran-nya, penampilannya pun kurang menarik.

Sufi muda itupun mengurungkan niatnya untuk belajar kepada Abul Khair. Ia merasa salah memilih calon Guru baginya, dan memutuskan pulang lalu mencari Guru lain yang lantunan suara bacaannya lebih bagus darinya.

Tetapi begitu sufi muda itu keluar, ia langsung dihadang oleh seekor Singa Padang Pasir yang buas.

Ia kemudian mundur menghindari Singa itu, akan tetapi di belakangnya ada lagi seekor Singa Padang Pasir lain yang menghalanginya.

Lelaki muda itu menjerit keras meminta tolong karena ketakutan.
Mendengar teriakannya, Abul Khair segera turun keluar meninggalkan majelisnya.

Ia lalu menatap kedua ekor Singa yang kelaparan itu kemudian menegur mereka,
"Wahai Singa, Bukankah sudah kubilang padamu, jangan pernah kalian menganggu para tamuku!"*
"Seketika kedua singa itu bersimpuh di hadapan Abul Khair".

Sang sufi lalu mengelus telinga keduanya dan menyuruhnya pergi,
Lelaki muda itu keheranan,
"Bagaimana mungkin Anda dapat menaklukkan Singa-Singa yang begitu liar?"

Abul Khair menjawab,
"Anak muda, selama ini aku sibuk memperhatikan urusan hatiku,
Bertahun-tahun aku berusaha menata hatiku, hingga aku tidak sempat berprasangka buruk kepada orang lain.*Untuk kesibukanku menaklukkan hati ini, Allah SWT menaklukkan seluruh alam semesta kepadaku.
Semua binatang buas di sini termasuk Singa-Singa Padang pasir yang buas tadi semua tunduk kepadaku.
Sekarang apakah kamu menyadari kekuranganmu wahai anak muda ?
"Tidak , wahai Guru” jawab anak muda itu.

"Selama ini kamu sibuk memperhatikan hal-hal lahiriah hingga nyaris lupa memperhatikan hatimu, karena itu kamu takut kepada seluruh alam semesta, dan ketakutan hanya karena Singa-Singa itu".

_______________
Hikmah apa yang kamu dapat dari kisah ini?

Siapa Allah SWT??

."Selalu bersyukur dengan segala kelemahan dan kekuranganmu,karena tanpanya kita tak bisa menjadi lebih baik....

Siapa Allah SWT??
jawabannya adalah : Tuhanmu

Lantas tanyakan kedalam dirimu,siapa Tuhanmu???

Andaikata tuhan adalah Yang Maha Mulia, lantas siapakah yang hina??

Andaikata tuhan adalah Yang Maha kuasa, lantas siapakah yang yang tiada daya dan upaya...??

Mungkinkah ada dua yang mulia dan ada dua yang maha kuasa sementara hanya satu Yang Maha Esa??

"Sadarilah bahwa ini semua hanyalah masalah memposisikan diri,maka bersyukurlah dengan segala kelemahan dan kekuranganmu,karena tanpanya kita tak bisa belajar menjadi lebih baik terimalah segala kekurangan dan kelemahanmu dan juga orang lain berusahalah untuk memperbaikinya,karena tuhan senang kepada hambanya yang mau berubah untuk menjadi lebih baik....

Dan yang terpenting adalah,jangan engkau menuhankan dirimu....

#Sebatas cotetan kata...

Jadilah seperti apa yang Allah mau

Sebatas renungan....

"Dalam menjalani hidup kita hanya berusaha berbuat sebaik mungkin tapi tuhan lebih tau mana yang terbaik untuk kita....

Jadilah seperti apa yang Allah mau....
Bukan menjadi seperti yang diri mau....

"Engkau tidak boleh memprotes setiap keadaan yang diberikan Allah kepadamu,tanda engkau belum mampu mensyukuri setiap karuniaNya..

"Apapun keadaan yang ditempatkanNya sesungguhnya Dia mengerti apa yang terbaik dan Dia memiliki rahasia serta rencanaNya sendiri padamu...

"Bilamana kenyataannya maqommu diletakkan dalam keadaan asbab,dimana ada beban tanggungan yang mesti engkau tanggung,maka jadilah asbab yang baik,tiada angkara murka mencari dunia,tiada rakus serakah mengejar dunia,dan mampu menghasanahkan duniawimu dari apa2 yang sudah dianugrahkan Allah kepadamu...

"Pencerahan itu adalah mengenal fungsi diri, dan menselaraskan diri dengan kehendak Allah Dimanapun dan bagaimanapun berada,jika tetap laras kepada Sang Jalan,maka tidak pernah mengalami kebuntuan jalan...

"Seperti apa kita ke depan nya,ikuti saja mau nya Allah harus siap jika DIA ingin menjadi kan kita sesuatu yang di kehendaki NYA Itu lah berserah diri....

#Nasehat diri...

Selasa, 01 November 2016

Nasehat-nasehat Al Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bilfaqih (Malang).

Nasehat-nasehat Al Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bilfaqih (Malang).

“Muslim sejati apabila di timpa sesuatu apapun maka ia tetap tenang dan ikhlas dan rela menerima segala keputusan-Nya”.

“Cobaan dan ujian apabila di terima dengan ikhlas dan husnudzon kepada Allah swt. maka akan mendekatkan seseorang tersebut kepada derajat kewalian”.

“Bukan di katakan berilmu apabila tidak di sertai ketaqwaan dan bukanlah di namakan berakal apabila tidak di hiasi adab serta budi pekerti”.

“Seseorang yang menaruh rasa cinta kepada Baginda Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Alaa Aalihi Wa Sallam tidak akan pernah merugi di dunia dan akhirat”.

“Seseorang yang sedang menuntut ilmu agama dengan penuh keikhlasan semata karena Allah swt. lalu ia di anugrahi dapat bermimpi Baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Alaa Aalihi Wa Sallam maka pertanda bahwa ia akan di jadikan seorang yang ‘alim”.

“Jadilah kalian sebagai ahli nur, caranya isilah hati kalian dengan berdzikir, shalawat, istighfar, dan selalu adakan komunikasi dengan Allah swt.”.

“Seseorang yang banyak membaca Shalawat kepada Baginda Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Alaa Aalihi Wa Sallam akan cepat wushul (sampai) dengan Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Alaa Aalihi Wa Sallam”.

Salam Mahabbah💜💜💜

tak pantas singgah di surga...

"Jika cinta Sang Kekasih telah engkau temukan,maka yang terpandang adalah Cinta yang terucap adalah cinta,dan yang yergerak adalah cinta,cintaNya Sang maha Cinta menyapamu dengan penuh Cinta....

"Jika hatimu telah kau persiapkan menerima tuangan Tuhan,maka Dia akan melimpahimu dengan cinta tanpa batas....

"Mereka yang dilimpahi cintaNya,akan tersenyum dengan cinta,marah dengan cinta bahagia dengan cinta,dan menangis dengan cinta....

"Wadah hatinya akan dipenuhi dengan cintaNya hingga luber mengaliri wadah-wadah hati di sekitarnya Ia hidup tanpa kebencian dan itulah hakikat surga....

"Mereka yang memiliki kebencian kepada siapapun,tak pantas singgah di surga,hingga dicabut kebencian dari dadanya.....
(Qs. al-A'raf [7]: 43)

"Salam rahmatan lil allamin....🙏🙏🙏

Sebatas renungan

Sebatas renungan......

"Himpunlah sebanyak-banyaknya pengetahuan sadarilah keadaanmu,ikhlaslah menerima kenyataan,dan bersyukurlah kepada Allah...

"Tanpa pengetahuan kau tak mungkin menjadi manusia yang sadar tanpa kesadaran engkau tak mungkin mampu ikhlas menerima kenyataan....

"Dan tanpa keikhlasan mungkinkah engkau mau merawat,menjaga dan menggunakan apa yang sudah diberikan...??

"Yang namanya rejeki adalah suatu pertolongan yang datang padamu dari sisiNya ia datang melihat dari kepantasanmu,tingkatnya tergantung kebutuhanmu,dan waktunya tergantung dari kesungguhanmu.....

"Bagaimana dapat dikatakan pantas jika engkau masih meragukannya..???

"Bagaimana dapat dikatakan butuh jika engkau masih enggan mengakui kekuranganmu..???

"Dan bagaimana dapat dikatakan sungguh-sungguh jika engkau tak memahami dan melakukan apa yang engkau yakini..???

Pantaskah engkau mendapatkannya....?

"Maka lebih baik engkau melakukan hal yang terpuji tanpa berhitung,karena "kepantasan" bukanlah menurut fikiranmu.......

01_11_2016

#Nasehat diri...

Minggu, 30 Oktober 2016

Tawasul

Semenjak dahulu para sahabat Nabi SAW apabila ditimpa musibah, ujian yang besar, yang mereka lakukan adalah kembali merujuk kepada Alllah SWT dengan cara mendekat melalui pintu terdekat-Nya, yakni Rasulullah SAW. Mereka bertawassul melalui Baginda Nabi Muhammad SAW. Maka Imam al-Haddad, disaat dilanda musibah, bala' dan ujian yang besar beliau bermunajat kepada Allah melalui tawassul kepada Rasulullah SAW. Sehingga diangkatlah balak tersebut. Maka kita pun demikian, bertawajjuh, bertawassul kepada Allah melalui Baginda Nabi SAW. Semoga Allah SWT memperbaiki keadaan kaum Muslimin kepada sebaik-sebaik keadaan." Aamiin...
Bi Jaahi Sayyidiina Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam..

Sabtu, 29 Oktober 2016

Dari Dia Untuk Dia

."Ketika engaku memprotes/menghina ciptaan nya sama saja kamu menghina yang menciptakanNya karna aku kamu mereka tidak akan pernah tau akan terlahir di keluarga mana.....

"Sejatatinya manusia itu satu...
Hakikatnya manusia itu dua....
Syareat manusia itu banyak....
Allah ciptakan (nur muhamad) sebagai awal penciptaan (adam) sebagai awal manusia lalu ciptakan pasangan (hawa) lalu allah.....memperbanyaknya.....

"Kamu,dia mereka adalah AKU dalam perbedaan peran tapi dalam wujud yang sempurna.....

"Walau kamu tidak menanan padi,tapi kamu bisa makan nasi karna ada seorang petani Walau kamu tidak membuat gula dan kopi tapi kamu bisa menikmati nya karna ada penanam tebu dan kopi Dll peran sehingga sempurna dalam bentuk wujud dan pengabdian....

Intinya Sejatinya orang lain itu adalah diri kita sendiri dalam peran yang berbeda....!!!

"Hakikatnya manusia itu dua Adam dan hawa (laki laki dan perempuan)

"Syariat manusia itu bnyak Karna allah pencipta bentuk rupa Padahal laki laki cuma satu di bilang bnyak karna bentuk rupa Perempuan juga satu di bilang banyak karna bentuk rupa....

"Singkat saja semua berasal dari yang satu kembali ke yang satu....

Jumat, 28 Oktober 2016

Prasangka

"Baik dan buruk itu presepsi mu....

"Kamu yang punya presepsi baik dan buruk.. kamu yang bersangka baik dan Buruk...karna semua yang Allah ciptakan dan di kehendakiNya itu pasti Baik"

"Berprasangka baiklah kepanya dan selalu bersyukur jangan suuzon kita hanya wayang.....!!!

"Jika denyut nadiku berdetak karena Allah,nafasku karena Allah,mataku melihat karena Allah,telingaku mendengar karena Allah,kakiku melangkah karena Allah,lidahku mulutku berucap karena Allah,otak berfungsi karena Allah,hidup karena Allah Yang menghidupkan,mati karena Allah yang memberi kematian dan sejatinya semua dalam kendali Allah.....

"Masih berani suuzon kah...??? Jawaban nya ada di hati masing2.....??

#ajar bener..... kartiko suwiryo...

Apa Rasa Mu

.BAGAIMANA PERASAAN KITA JIKA MENDAPATKAN UCAPAN CINTA DARI RASULULLAH?

Simak dan renungkan tulisan dibawah ini,

1) Apa kiranya perasaan Sayyidina Ash Shiddiq saat Nabiﷺ bersabda, "Andai kuambil kekasih di antara insan, pasti kujadikan Abu Bakr sebagai Khalilku."

2) Apa kiranya perasaan Sayyidina 'Umar, saat dia berpamit 'umrah & Nabiﷺ bersabda padanya, "Jangan lupakan kami dalam do'amu duhai saudara tersayang."

3) Apa kiranya perasaan Sayyidina 'Utsman saat membekali pasukan Tabuk & Nabiﷺ bersabda, "Tiada yg membahayakan 'Utsman apapun setelah ia lakukan ini."

4) Apa kiranya perasaan Sayyidina 'Ali kala Nabiﷺ bersabda, "Bahwasanya kedudukanmu di sisiku laksana Harun di sisi Musa, tapi tiada Nabi sesudahku."

5) Apa kiranya perasaan Sayyidina Thalhah saat Nabiﷺ bersabda, "Siapa yang ingin melihat syahid yang masih berjalan di atas bumi, lihatlah Thalhah."

6) Apa kiranya perasaan Sayyidina Az Zubair saat RasuluLlahﷺ bersabda, "Setiap Nabi memiliki Hawari, dan Hawariku adalah Zubair ibn Al 'Awwam"

7) Apa kiranya perasaan Sayyidina Abu 'Ubaidah saat Nabiﷺ bersabda, "Setiap ummat memiliki Amin, dan orang kepercayaan ummat ini adalah Abu 'Ubaidah."

8) Apa kiranya perasaan Sayyidina 'Abdurrahman ibn 'Auf saat dirinyalah dimaksud oleh sabda Nabiﷺ kepada Sayyidina Khalid ibn Al Walid, "Jangan cela sahabatku. Demi Allah andai kalian berinfak emas seberat gunung Uhud; hal itu takkan menyamai shadaqah segenggam atau setengah genggam tepungnya."

9) Apa kiranya perasaan Sayyidina Mu'adz ibn Jabal, di saat RasuluLlahﷺ bersabda padanya, "Wahai Mu'adz, demi Allah, aku benar-benar mencintaimu."

10) Apa kiranya perasaan Sayyidina Ibn 'Abbas, saat Nabiﷺ merengkuh & mencium kepalanya lalu berdo'a, "Ya Allah faqihkan dia & ajarkan tafsir padanya."

11) Apa kiranya perasaan Sayyidina Ubay ibn Ka'b, saat Nabiﷺ berkata padanya, "Allah memerintahkanku tuk membacakan Surat Al Bayyinah ini kepadamu", hingga dengan wajah berseri-seri dia bertanya, "Ya RasulaLlah, benarkah Allah menyebut namaku kepadamu?" & Nabiﷺ menjawab, "Benar."

12) Apa kiranya perasaan Sayyidina Abu Musa Al Asy'ari, di saat Nabiﷺ bersabda, "Esok datanglah menjumpaiku, aku ingin mendengarkan bacaan Qur'an-mu."

13) Apa kiranya perasaan Sayyidatuna 'Aisyah, saat Nabiﷺ menyebut namanya tanpa ragu di urutan pertama, kala ditanya Sayyidina 'Amr, "Siapakan yang paling engkau cintai Ya RasulaLlah?"

14) Apa kiranya perasaan Sayyidina Ibn Mas'ud, kala betis kecilnya ditertawakan; maka Nabiﷺ bersabda, "Betis itu di sisi Allah lebih berat dari Uhud."

15) Apa kiranya perasaan Sayyidina 'Ukasyah, saat disebut 70.000 orang masuk ke surga tanpa hisab & Nabiﷺ berkata, "Engkau termasuk di antara mereka."

16) Apa kiranya perasaan Sayyidina Bilal ibn Rabah, saat Nabiﷺ bersabda, "Ceritakan padaku hai Bilal, 'amal apakah yang paling kau jaga dalam Islam, sebab sungguh aku mendengar bunyi terompahmu di surga?", lalu dia menjawab dengan tersipu, "Menjaga wudhu' & dua raka'at syukur atas wudhu."

17) Apa kiranya perasaan orang-orang Anshar, di kala Nabiﷺ bersabda, "Jika manusia memilih jalan melalui sebuah lembah, sedang kaum Anshar mengambil suatu celah, niscaya aku turut serta di celah yang dilalui para Anshar. Ya Allah rahmatilah Anshar & anak-cucu kaum Anshar."

Apa kiranya perasaan para sahabat, yang mereka berjumpa Nabiﷺ pada petang & pagi, berjalan mengiringi beliau, memperoleh senyum & do'anya?

Apa kiranya perasaan kita saat kelak bertemu Nabiﷺ & para sahabatnya?
***
"Aku rindu....aku rindu...." Kata Rasulullahﷺ ketika sedang duduk bersama para sahabat.

Dan sahabatpun bertanya, "Kepada siapa engkau rindu Ya Rasulallah?"

"Aku rindu kepada saudara-saudaraku."

"Bukankah kami ini saudara-saudaramu Ya Rasulallah?"

"Kalian sahabat-sahabatku dan aku mencintai kalian, namun aku rindu kepada saudara-saudaraku."

"Siapa mereka Ya Rasulallah, yang engkau panggil mereka dengan sebutan saudaramu dan engkau rindukan itu?"

Rasulallahﷺ menjawab, "Mereka adalah ummatku kelak, yang belum pernah melihat wajahku, belum pernah bertemu denganku, belum pernah berbincang-bincang denganku, tapi mereka merindukanku, mereka melanjutkan perjuanganku, dan tak jarang mereka meneteskan air mata karena menahan rindu padaku Aku rindu pada mereka dan aku ingin bertemu dengan mereka."
***
Adakah Nabiﷺ kan bersabda, "Kaliankah orangnya, yang telah membuatku menangis karena rindu, yang telah membuat para sahabatku cemburu?"

"Kaliankah orangnya, yang beriman kepada apa yang kubawa meski kita tak berjumpa, yang mengucap shalawat atas namaku meski tak bertemu?"
***
Ya Sayyidi Ya Rasululloh...

Inilah kami...
Yang KATANYA rindu padahal hanya SEDIKIT membaca shalawat dengan lidah kelu.

Yang KATANYA rindu tapi perut kami senantiasa kenyang, bahkan dari yg harom.

Yang KATANYA rindu padahal selalu mengumbar syahwat, suka melihat yg harom.

Yang KATANYA rindu tapi suka su'dzon.

Yang KATANYA rindu pdhl gemar ghibah.

Yang KATANYA rindu tapi kikir untuk sedekah.

Yang KATANYA rindu padahal tak bertanggung jawab mendidik keluarga.

Yang KATANYA rindu tapi suka berkata kotor.

Yang KATANYA rindu padahal hati kami selalu lalai.

Yang KATANYA rindu tapi durhaka kepada kedua orang kami.

Kadang kami merasa lelah merawat kedua orang tua kami, padahal itu baru secuil bakti kami, itupun kami sudah merasa puas melayani mereka.

Adakah kami layak jadi ummat dari Nabi seagung engkau & beroleh syafaa'atmu?

Ya Allah,
Ya Rob,
Ya Karim,
Ya Arhamarrohimiin, limpahkan shalawat kepada Sayyidina wa Habibina wa Syafi'ina wa Qurratu A'yunina wa Maulana Muhammadﷺ, sampaikan salam kami padanya dan atas semua sahabat dan keluarganya; jadikan kami bersama mereka.

Aamiin..Ya Robbal 'Alamin

By Alhabib Quraisy Baharun

Selasa, 25 Oktober 2016

Sabar & sholat

Bisa Sabar dalam Shalat, Sabar Pula dalam Kehidupan Sehari-hari

Apa makna dari ayat "Wasta'inu bishshabri washshalah; tolong-menolonglah dalam kesabaran dan shalat"? (QS. al-Baqarah ayat 45)

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ

Kita mengambil makna yang paling bawah (dasar) dulu, mengingat kalimat ayat tersebut berhubungan dengan dunia tasawuf. Pendidikan tasawuf pertama kali adalah berdasarkan wasta'inu bishshabri washshalah. Orang-orang yang ma'rifat atau kaum 'arifin ketika mendengar panggilan adzan atau perintah shalat, hati para beliau tergugah dan senang. Ingin segera memenuhi panggilan shalat. Menganggap panggilan itu adalah kehormatan, bukan beban. Bagaimana dengan kita ketika adzan berkumandang?

Sebagai gambaran, tanpa bermaksud menyamakan Allah dengan makhluq -na'udzubillah min dzalik, hanya untuk memudahkan pemahaman. Ketika santri dipanggil kiai, hati itu ingin matur ini-itu, ada hajat ini-itu, macam-macam. Senangnya juga bukan main. Padahal ketika sudah berhadapan, cuma bisa diam. Tak bisa ngomong apa-apa. Yang ada cuma rasa senang luar biasa dipanggil kiai. Sementara teman-teman di kamar sudah menunggu untuk menanyainya, dapat perintah apa dari kiai? Dapat dawuh apa? Macam-macam pertanyaan.

Lha para 'arifin seperti itu (keadaannya) ketika menerima panggilan shalat. Beliau-beliau menanti. Bahkan inginnya shalat itu tidak cuma 4 rakaat. Tapi kalau kita orang awam ini, mendengar adzan kaget, koq cepat ya sudah Ashar. Masih sibuk dengan urusannya. Tidak segera shalat.

Di sinilah peranan wasta'inu bishshabri washshalah, bisa melawan tantangan nafsu atau malah ikut nafsu. Perlu diingat bahwa menunda-nunda waktu shalat itu sama dengan mengabaikan pertolongan yang ditawarkan oleh Allah. Maka hati perlu ditata dulu agar bisa menerima secara sukarela atau senang dengan perintah shalat atau datangnya waktu shalat. Sehingga ketika waktu salat datang itu ibarat pedagang yang dapat keuntungan karena pembeli yang membeli dagangannya, senang.

Jadi, saat menjelang takbiratul ihram hati senang dan sebelum takbiratul ihram hati hudhur (hati yang hadir). Hudhur untuk mendatangkan isti'anah (pertolongan Allah), hudhur sebelum sowan menghadap hadhratillah (Allah Swt.). Awam harus belajar tingkatan ini dulu.

Lalu peranan "bishshabri" apa? Shalat itu perlu kesabaran. Karakter seseorang yang tampak sabar bisa diketahui benar-benar sabar atau pura-pura itu dilihat (saat) shalatnya. Shalatnya buru-buru atau tidak. Jangan tiru shalatnya (kaum) 'arifin yang cepat. Beliau-beliau shalat cepat karena takut hilangnya hudhur sehingga ghaflah (lalai) dalam salat.

Bishshabri itu menolong dalam gerakan shalat, makhraj yang dibaca, rukun-rukun dan sunnah-sunnah shalat. Membaca secara jelas. Allah mengerti apa yang kita baca. Tapi secara adab kita harus membaca secara jelas.

Bishshabri juga mendidik kita dalam thuma'ninah fishshalah dan bacaan yang baik. Kalau bishshabri washshalah sudah diraih, buahnya adalah (yang) pertama untuk kehidupan sehari-hari. Karena semua aspek hidup butuh sabar. Sabar dilatih dalam shalat. Kalau dalam shalat bisa sabar, maka begitu juga dalam kehidupan sehari-hari.

Kalau tidak punya sabar maka repot. Seperti kita punya orangtua yang sudah sakit-sakitan. Sejauh mana kesabaran kita mengurusi, merawat orangtua? Bisa sabar melayani tidak? Sebagai santri apa terimakasih pada orangtua? Apa kita memahami jerih payah orangtua mencari rizqi? Kalau kiriman orang tua telat, apa kita akan marah-marah menyalahkan orangtua bahkan menyuruh orangtua hutang? Sejauh mana sabar kita?

Buah kedua adalah bisa mengaplikasikan ayat innashshalata tanha 'anil fahsya-i wal munkar:

ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ

"Sesungguhnya shalat mencegah dari kekejian dan kemunkaran." (QS. al-Ankabut ayat 45). Pertanyaannya adalah, kenapa shalat berpengaruh besar pada hidup kita? Karena sesuai hadits:

أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ الصَّلَاةُ

"Hal pertama yang kelak dihisab di hari kiamat adalah shalat", yang menunjukkan kompleksitas peranan shalat dalam hidup. Dan hadits tersebut masih satu rangkaian dengan wasta'inu bishshabri washshalah, sehingga melahirkan innashshalata tanha 'anil fahsya-i wal munkar. Hadits tersebut juga menunjukkan bahwa shalat adalah kunci semua ibadah, dan peningkatan ubudiyyah berangkat dari shalat.

Ibaratnya, saya beli beras satu truk. Tapi ada 1 karung yang jadi tolak ukur. Kalau 1 karung itu bagus, maka semua dianggap bagus. Walhasil, sabar dan shalat itu menghasilkan buah yang berpengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari. Wallahu a'lam. (Maulana al-Habib M. Luthfi bin Yahya).

PON terjebak'

Tanda Batin Weton Pon Sering Tertipu “Doa Menjadi Kaya” Namun Faktanya Rezeki Tak Naik dan Hidup Tak Berubah Weton Pon dikenal memiliki daya...