Selasa, 19 September 2017

SEMUA KARENA CINTA

SEMUA KARENA CINTA

Sucikan dirimu dari dirimu
Dan jadilah debu
Maka rumput akan tumbuh dari debumu itu
Dan,kalau kau jadi kering seperti rumput
Terbakarlah dengan baik.
Karena dari apimu akan bersinar cahaya
Dan, ketika kau menjadi debu kembali karena terbakar
Maka debumu itu adalah obat mujarab

Karena cinta, yang pahit menjadi manis.
Karena cinta, tembaga menjadi emas.
Karena cinta, kerak menjadi murni.
Karena cinta, rasa sakit menjadi obat.
Karena cinta, yang mati hidup kembali.
Karena cinta, raja-raja menjadi budak.
--Jalaluddin Rumi.

CINTA KEPADA ALLAH DIAWALI DENGAN TOBAT & TALQIN

CINTA KEPADA ALLAH DIAWALI DENGAN TOBAT & TALQIN
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengungkapkan pentingnya ber-talqin kepada wali Musryid sebelum melakukan proses lebih lanjut dalam bimbingan ruhani tarekat/tasawuf, sebab menurutnya, Allah SWT telah berfirman, “Dan (Allah) mewajibkan kepada mereka tetap taat menjalankan kalimat takwa.” (QS. Al-Fath [48]: 26), yakni kalimat Lâ Ilâha Illallâh, dengan syarat kalimat tersebut (sebagai talqin) diambil dari orang yang kalbunya bertakwa sempurna dan suci dari segala sesuatu selain Allah.
Bukan sekadar kalimat Lâ Ilâha Illallâh yang diambil dari mulut orang awam. Meski lafadznya satu, tetapi bobotnya berbeda. Bibit Tauhid yang hidup tentu saja diambil dari hati yang hidup, sehingga bibitnya berkualitas. Sedangkan, bibit yang tidak berkualitas tidak akan dapat tumbuh dengan baik. Maka, kalimat tauhid yang diturunkan dalam Al-Qur’an memiliki dua makna.
Pertama, kalimat tauhid, Lâ Ilâha Illallâh yang memiliki makna lahir saja. Sebagaimana, firman Allah SWT,“Apabila dikatakan kepada mereka, Lâ Ilâha Illallâh mereka menyombongkan diri.” (QS. Ash-Shâffât [37]: 35) Kalimat Lâ Ilâha Illallâh yang dimaksud dalam ayat ini merupakan hak bagi orang awam.
Kedua, Allah SWT menurunkan kalimat Lâ Ilâha Illallâh disertai dengan pengetahuan yang hakiki. Allah SWT berfirman, “Ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan mohonlah ampun bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan.” (QS. Muhammad [47]: 19)
Ayat ini menjadi Sababun Nuzul bagi adanya talqin zikir untuk orang-orang khusus yang ingin wushûl kepada Allah. Sebagaimana yang diungkapkan pengarang Kitab “Bustân Asy-Syâri’ah” diterangkan, “Orang yang pertama kali menginginkan jalan terdekat kepada Allah, terunggul, tetapi termudah melalui Nabi SAW ialah Ali bin Abi Thalib RA. Ketika Sayyidina Ali RA meminta, Rasulullah tidak langsung menjawab tetapi menunggu wahyu. Maka, datanglah Jibril dan menalqinkan kalimah Lâ Ilâha Illallâh 3 kali dan Nabi mengucapkannya tiga kali. Selanjutnya, Nabi SAW mendatangi para Sahabat dan Nabi SAW menalqin para Sahabat secara berjamaah.”
Nabi SAW bersabda, “Kita telah kembali dari perang kecil ke perang besar yakni perang melawan hawa nafsu.” (HR. Al-Baihaqi). Rasulullah SAW juga bersabda, “Musuhmu yang paling utama ialah nafsumu yang berada di antara kedua lambungmu.” (HR. Al-Baihaqi)
Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, “Mahabbah (cinta) kepada Allah tidak akan tercapai, kecuali setelah engkau melumpuhkan musuh-musuh-Nya yang ada di dalam wujudmu sendiri.. Seperti halnya, nafsu amarah, lawamah, dan mulhamah, setelah terlumpuhkan maka lantas membersihkan diri dari sifat-sifat bahimiyah (binatang jinak) yang tercela, seperti makan, minum, tidur dan bercanda yang berlebihan.
Juga membersihkan hati dari sifat-sifat sabu’iyyah (binatang buas), seperti marah, mencaci, memukul, memaksa. Juga membersihkan diri dari dari sifat syaitaniyah (sifat-sifat setan), seperti sombong, ujub, hasad, dengki, dendam, dan dari sifat-sifat badan dan hati yang tercela lainnya.
Jika Anda sudah bersih dari sifat-sifat tercela tadi, berarti Anda sudah bersih dari sumber dosa. Maka Anda termasuk orang-orang suci dan ahli tobat. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah [2]: 222)
Adapun orang yang hanya bertobat dari dosa lahiriah saja maka tidak termasuk yang disinggung ayat ini. Meskipun dia bisa juga disebut tâ’ibun (orang yang bertobat), tetapi belum menjadi tawwab (orang-orang yang bertobat dengan sebenar-benarnya). Kata tawwâb dalam bahasa Arab ini menggunakan shigah mubâlaghah atau superlatif yang dimaksud adalah tobatnya orang-orang yang khusus (al-khawwâsh).
Perumpamaan orang yang tobat dari dosa lahiriah saja adalah seperti orang yang memotong rumput tapi di batangnya saja. Dia tidak mau berusaha mencabutnya dari akar. Maka, pasti nantinya akan tumbuh kembali, bahkan lebih lebat dari sebelumnya. Berbeda dengan orang yang bertobat secara sungguh-sungguh dari dosa akhlak-akhlak buruk. Ia seperti orang yang mencabut rumput hingga akar-akarnya. Maka, dapat dipastikan ia tidak akan tumbuh lagi, kalaupun ada itu termasuk kasus yang langka.”
Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, posisi talqin di sini—seperti orang memotong rumput—adalah alat untuk “memotong” segala sesuatu selain Allah SWT dari hati orang yang di-talqin. Seperti yang kita ketahui, orang yang tidak mau “memotong” “pohon pahit” (tidak mau menempuh perjalanan pahit) tidak akan mampu sampai pada tempat “pohon manis”.
Berpikirlah wahai manusia yang memiliki pandangan hati. Semoga engkau berbahagia (dan wushûl kepada Allah).
Allah SWT berfirman, “Dan Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahn-kesalahan.” (QS. Asy-Syûrâ [42]: 25) Allah SWT juga berfirman, “Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman, dan beramal saleh maka kesalahan mereka diganti oleh Allah dengan kebaikan.” (QS. Al-Furqân [25]: 70)”
--Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Sirrul Asrar,

HIKMAH PENGHAPUS DOSA..

Hikmah 
Keuntungan yang diperoleh oleh orang yang menderita adalah gugurnya dosa, tanpa harus taubat dari dosa tersebut.
Dosa itu berguguran hanya dengan menderita, baik penderitaan lahir ataupun batin.
Contoh penderitaan batin: sedih, resah, gelisah, dihina orang, kecewa.
Walaupun penderitaannya hanya seperti itu, dosa-dosa kita berguguran dengan jumlah yang sama dengan kadar penderitaan kita.Makin menderita makin banyak dosa yang gugur.
Darimana kita tahu ???
Berdasarkan hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim yang artinya :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Tidaklah menimpa seorang mukmin kelelahan, sakit, keresahan, kesedian dan penderitaan sampai ada duri yang melukai kulitnya, kecuali semua itu Allah mengampuni dosa orang tersebut karena penderitaannya tadi.
Abdullah bin Mas’ud ra berkata :
Aku masuk menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau saat itu sedang mengalami sakita kepala, pusing pening. Lalu aku berkata, ya Rasul kelihatannya engkau sedang sangat-sangat pening, kata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ya aku merasakan pening kepala seperti rasa pening yang dialami dua kali lipat yang biasa engkau alami. Lalu Abdullah bin Mas”ud berkata, kalau begitu engkau (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) mendapatkan dua pahala ya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau menjawab, ya seperti itu, tidaklah seorang muslim ditimpa suatu penyakit atau tertusuk duri bahkan yang lebih kecil daripada itu kecuali dengan hal itu Allah akan mengampuni dosanya dan digugurkan kesalahan-kesalahanya sebagaimana sebatang pohon menggugurkan daun daunnya. Hadist ini diriwayatkan oleh imam Bukhary dan Muslim dengan sanad yang shahih.
Jadi berdasarkan penjelasan hadist tadi maka, setiap penderitaan hidup, kesulitan, kesengsaraan, kemiskinan akan menggugurkan dosa-dosa kita...
Semoga kita mampu bersabar dalam setiap kondisi hidup.. Aamiin
Salam mahabbah💜
Ambarsari Sulistyawati

HIKMAH LUPA ILMU...

HIKMAH...
Dalam sebuah Hadis diterangkan, "HILANGNYA ILMU ITU KARENA SEBAB LUPA", bila dikaji Secara ilmu SYARIAT Kalau kita tidak mengulang-ulang ilmu itu atau tidak menghafalnya kembali maka akan hilang dihati dan pikiran kita yang pada akhirnya kita pun jadi lupa pada ilmu itu.
Dan bila dikaji menurut ilmu HAKIKAT ialah bagi orang yang sudah mengenal-Nya atau makrifat yaitu Hakikat ilmu (Alloh itu sendiri)
Hilangnya Alloh dihati karena sebab lupa, kenapa Alloh??
Karena Alloh bersifat ILMU, ilmu itu artinya TAU, jadi orang yang sudah Tau Alloh, sudah Tau hakikat ilmu yang sebenarnya itulah disebut orang yang sudah MAKRIFAT.
Lalu apa yang menyebabkan orang yang sudah tau Alloh menjadi lupa??
Apa yang menyebabkan hilang dihati??
Karena meninggalkan perintah guru untuk Tawajuh setiap bulannya, dan juga nafsu tidak bisa dikontrol, terlalu banyak keinginan ini itu di dunia, jadi terhijab lagi. penglihatannya..
Jadi Tawajuh itu penting agar selalu ingat dihati agar tidak lupa agar bisa terbayang-bayang terus dihati (Ingat, eling, dzikir hati) kepada-Nya baik dalam keadaan apapun, dalam keadaan susa, senan, sedih tetap mengingat Alloh, serta beramal soleh, dalam keadaan berdiri, rukuk, duduk sujud, dalam keadaan diam atau dalam keadaan terbaring, DZAKARULLOHA KHOIRON KASIRON (Hati banyak eling kepada Alloh).
Tawajuh : Menghadapkan diri dan membulatkan hati kepada Allah..
Semoga bermanfaat #Wassalamualaikum..
Salam Mahabbah💜
Ambarsari Sulistyawati

Sabtu, 26 Agustus 2017

Doa penyakit angin duduk...

*Angin Duduk*

```Pada suatu ketika dimana Nabi Allah Sulaiman a.s duduk di singgahsananya,
Maka datang satu Angin yang cukup besar, maka bertanya Nabi Allah
Sulaiman siapakah engkau......?.

Maka dijawab oleh Angin tersebut : akulah Angin Rihul Ahmar....dan
Aku bila memasuki rongga anak Adam, maka lumpuh, keluar darah dari
rongga, dan apabila aku memasuki otak anak Adam, maka menjadi gilalah anak Adam.....

Maka diperintahkan oleh Nabi Sulaiman a.s supaya membakar angin
tersebut,maka berkatalah Rihul Ahmar kepada Nabi Sulaiman a.s bahwa:
Aku kekal sampai hari Kiamat tiba,tiada sesiapa yang dapat membinasakan Aku melainkan Allah SW T.
Lalu Rihul Ahmar pun menghilang.

Diriwayatkan cucu Nabi Muhammad SAW terkena Rihul Ahmar
sehingga keluar darah dari rongga hidungnya.

Maka datang Malaikat Jibril kepada
Nabi SAW  dan bertanya Nabi kepada Jibril.

Maka menghilang sebentar,lalu Malaikat Jibril kembali mengajari akan do'a Rihul Ahmar kepada Nabi SAW kemudian
dibaca do'a tersebut kepada cucu nya dan dengan sekejap cucu Rasulullah sembuh serta merta.

Lalu bersabda Nabi S AW : Bahwa barang siapa membaca do'a stroke/do'a Rihul Ahmar.....walau sekali dalam seumur hidupnya, maka akan dijauhkan dari penyakit ANGIN AHMAR atau
STROKE.

Do'a menjauhkan terhindar dari angin ahmar dan penyakit kronik :

اللهم إني أعوذبك من الريح الأحمر والدم الأسود والداء الأكبر

Allahumma inni a'uzubika minarrihil ahmar, waddamil aswad, waddail akbar....
Artinya :
Ya Allah Tuhanku lindungi aku dari angin merah dan lindungi aku dari darah hitam (stroke) dan dari penyakit berat.

Jumat, 25 Agustus 2017

Cita cita mbah hasyim asyari....

CITA-CITA MBAH HASYIM ASY'ARI YANG BELUM KESAMPAIAN

“Aku ingin ketemu Kiai Salam,” kata pendiri NU, Kiai Hasyim Asy’ari. Kiai Nawawi pun mengantarkan.

Kiai Salam yang bernama lengkap Abdussalam adalah ayahanda dari Kiai Abdullah Salam dan kakek dari Kiai Sahal Mahfudh.

Sesampai di kediaman Kiai Salam, didapati tuan rumah sedang mengajar anak-anak kecil mengaji. Kiai Hasyim serta-merta menahan langkah, menyembunyikan diri dari pandangan Kiai Salam, dan menunggu.

Setelah semua anak-anak kecil itu selesai ngajinya, barulah Kiai Hasyim mengucap salam, yang lantas disambut dengan suka-cita luar biasa.

Meninggalkan kediaman Kiai Salam, Kiai Hasyim kelihatan ngungun. Air matanya mengambang. “Ada apa, Yai?” Kiai Nawawi keheranan.

Kiai Hasyim mengendalikan tangisnya, menghela napas dalam-dalam. “Aku punya cita-cita sudah sejak sangat lama tapi sampai sekarang belum mampu melaksanakan. Kiai Salam malah sudah istiqomah. Aku iri…”

“Cita-cita apa, Yai?”

“Ta’limush shibyaan…” (Mengajar anak-anak kecil).

Rabu, 16 Agustus 2017

Obat asbab ilmu

        بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُ

MENGOBATI PUSING DENGAN MENGAJAR ATAU BELAJAR

Imam Abdul Wahhab As-Sya'rani berkata :

وقد كان شيخنا شيخ الإسلام زكريا إذا أصابه وجع في رأسه وأنا أطالع له العلم لما  كف بصره يقول نويت الاستشفاء بالعلم فيذهب الوجع لوقته :

وقال لي مرارا عند ثوران الصداع برأسي قل نويت الاستشفاء بالعلم فأقول ذلك فيذهب الوجع لوقته فلا أدري هل ذلك من جهة إخلاصي أو ذلك ببركة الشيخ رضي الله عنه .

Guruku, Syaikhul Islam Zakariya (Al-Anshari) ketika merasakan sakit di kepalanya, sementara aku menelaah ilmu dari beliau di saat beliau sudah tidak bisa melihat sembari mengatakan "Nawaitul istisyfaa-a bil 'ilmi" (aku berniat memohon kesembuhan dengan ilmu), seketika itu juga beliau sembuh.

Bahkan Beliau berkata padaku berkali-kali ketika sakit kepalaku memuncak katakanlah, "Nawaitul istisyfaa-a bil 'ilmi yg artinya "Saya berniat berobat dengan ilmu", maka aku ucapkan seperti itu juga dan hilanglah penyakit itu seketika. Aku tak tahu, apakah itu karena keikhlasanku, atau karena barakah Syekh Radhiyallahu 'anhu.
(Lawaqihul Anwar Al-Qudsiyyah Fil 'Uhud AlMuhammadiyah  juz 1 hal. 299).

✒️ MAJLIS SALAF Media Dakwah INDONESIA

Rabu, 02 Agustus 2017

Alhamdulillah alaa kulli haalin

"Alhamdulillah Alaa Kulli Haalin.. Segala Puji Bagi Allah Disegala Keadaan.....

"Seindah apapun untaian kalimat doa tanpa diiringi prasangka dan sikap baik kepada Allah ibarat menanam padi di padang gersang....

"Dia bukan tidak tahu atau tidak mengerti apa yang kita rasa dan inginkan,tetapi Dia hendak Melihat serta Mendengar kesungguhan kita dalam menghiba,memohon dan berharap kepada-Nya......

"Tidaklah seorang hamba diberi kemampuan merasakan nikmatnya bersama Tuhan jika ia belum mampu menikmati (ridha) terhadap semua kehendak dan ketetapan-Nya....

الفاتحة خصوصا الى ارواح الحضرة الشيخ كياهي هاشم اشعرى، والمغفرلله كياهى عبد الواحد هاشم، والمغفرلله كياهى عبد الرحمن واحد و اوصولهم وفروعهم اجمعين...

Jumat, 16 Juni 2017

DAN BILA TOBAT, SYUKUR & SABAR SAMPAI KEPADANYA

DAN BILA TOBAT, SYUKUR & SABAR SAMPAI KEPADANYA
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan: “Seharusnya kesibukan seorang Mukmin itu dengan berdzikir mengingat Allah, kembali kepada-Nya, mengingat dosa-dosanya, memohon ampunan-Nya, dan mencela nafsunya sendiri. Ketika selesai mengerjakan semua itu, ia akan kembali kepada qadha dan qadar Tuhannya. Lalu ia berkata,”Ini adalah qadha dan qadar-Nya. Dan, ini sudah ditetapkan Allah untukku.”
Dia akan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah di dalam kalbunyaa, bukan lisannya saja. Ketika berada dalam keadaan seperti ini dengan kedua mata tertutup, ia akan mendapati dinding itu hilang. Pada saat ia membuka kedua matanya, pintu dinding itu terbuka, segala bahaya berubah menjadi nikmat, tempat yang sempit menjadi lapang, kesakitan menjadi keselamatan, dan kehancuran menjadi istana.
Semua itu menjadi bukti kebenaran firman Allah SWT, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka..” (QS Ath-Thalaq [65]: 2-3)
Seorang hamba akan tetap menerima nikmat dengan rasa syukur, menerima ujian dengan sikap ridha, mengakui segala salah dan dosa, serta mencela diri sendiri sampai langkah kalbunya berakhir kepada Rabb-nya. Dia terus melangkan dengan dengan amal kebaikan dan tobat dari segala kesalahan, sampai ia mencapai pintu Rabb-nya; mensyukuri nikmat-Nya dan bersabar menghadapi ujian sampai ia mencapai pintu Rabb-nya.
Jika telah sampai disana, dia akan melihat sesuatu yang belum pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga, dan tak pernah terlintas dalam akal manusia.
Jika kalbu seorang hamba sampai kepada Rabb-nya, maka tobat, syukur, sabar, amal baik, lelah dan rasa sakit akan sampai kepada-Nya. Seperti seorang musafir yang telah berhenti di tempat tujuan dan rumahnya kembali hingga yang tersisa adalah mujalasah, mujanasah, musyahadah, muhadatsah dan melihat segala rahasia.”
--Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Kitab Jala’ Al-Khathir

Minggu, 14 Mei 2017

Mahabbah ILAHI

        بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُ

CIRI-CIRI PARA PECINTA ILAHI

Para kekasih ALLAH itu mempunyai beberapa tanda atau ciri, antara lain :

1. Cinta itu memuji.

Para kekasih ALLAH suka berzikir menyebut nama ALLAH.    
Bibir mereka selalu basah dengan kalimat La illaha illallah.

2. Cinta itu memberi.

Para kekasih ALLAH itu dermawan, suka sedekah dan memberi.
Tangan mereka selalu berhias pemberian.

3. Cinta itu melayani.

Para kekasih ALLAH itu suka membantu, melayani atau khidmat.
Mereka mewakafkan dirinya dan tenaganya untuk melayani orang.

4. Kekasih ALLAH itu mencintai para kekasih ALLAH lainnya.

Para kekasih ALLAH itu cinta Rasul SAW, guru dan orang-orang sholeh.
Mereka senang berkumpul, bergaul dengan orang-orang sholeh.

5. Kekasih ALLAH itu menyukai amalan-amalan cinta Ilahi.

Para kekasih ALLAH senang sedekah, tahajud, zikir, baca Qur’an.
Mereka lakukan dengan senang hati dan istiqomah.

6. Kekasih ALLAH itu menyukai tafakur.
Para kekasih ALLAH suka tafakur dalam kesunyian dan kesendirian.
Mereka jemu keramaian, dan mesra bersama ALLAH dalam sunyi.

7. Kekasih ALLAH itu fokus pada ibadah, akherat, dan ALLAH.
Berkurang banyak keinginan dan kesenangan tentang dunia.
Bertambah banyak, keinginan dan kesenangan ibadah dekat ALLAH.

8. Kekasih ALLAH itu pengembara atau musafir cinta.

9. Kekasih ALLAH itu, tubuh di bumi, tapi hati di langit bersama ALLAH.

10. Kekasih ALLAH itu, tubuh di dunia, tapi hati di akherat dengan ALLAH.

Cinta itu urusan hati. Siapapun yang ada cinta Ilahi di hatinya, dialah kekasih ALLAH.
Semoga ALLAH jadikan kita sebagai bagian dr golongan mereka para kekasih ALLAH.
Aaamiin..

Kata bijak

        بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُ

KATA BIJAK TERINDAH YANG DIPETIK DI HARI INI

Syaikh Ali Musthafa Thanthawi Rahimahullah pernah ditanya tentang kata bijak terindah yang pernah dibacanya, beliau menjawab :

"Aku telah membaca lebih dari 70 tahun, namun aku belum pernah menemukan kata bijak paling indah seperti apa yang diriwiyatkan oleh Ibnul Jauzi Rahimahullah.

إن مشقة الطاعة تذهب ويبقى ثوابها، وإن لذة المعاصي تذهب ويبقى عقابها.

'Sesungguhnnya keletihan karena melakukan ketaatan akan hilang, dan tinggallah pahalanya. Dan kenikmatan melakukan maksiat akan hilang dan tinggallah hukumannya.

كُن مع الله ولا تُبالي، ومُدّ يديك إليه في ظُلُمات اللّيالي، وقُل: يا رب ما طابت الدّنيا إلاّ بذكرك، ولا الآخرة إلاّ بعفوك، ولا الجنّة إلاّ برُؤيتك...

Teruslah bersama ALLAH dan jangan pedulikan (yang lain).
Tengadahkan tanganmu kepada-Nya di kegelapan malam, sembari berdoa :
Ya Rabb.. Dunia ini takkan indah kecuali dengan mengingat-Mu..
Akhirat takkan indah kecuali dengan ampunan-Mu..
Dan surgapun takkan indah kecuali dengan melihat wajah-Mu..

صافح وسامح ودع الخلق للخالق فنحن وهم راحلون، افعل الخير مهما استصغرته، فإنك لا تدري أي حسنة تدخلك الجنة.

Lapangkan dadamu, maafkan (orang yang bersalah padamu)..
Biarkan (urusan) makhluk untuk sang Khaliq, karena kita dan mereka akan pergi (meninggalkan dunia)..
Lakukanlah kebaikan walau engkau menganggapnya sepele, karena sesungguhnya engkau tidak tau kebaikan mana yang akan memasukkanmu kedalam surga'."

Saudaraku.. Kita tak pernah tahu amalan yang mana yang akan membawa kita ke surga.
Mungkin saja amalan itu adalah sedekah yang kita berikan begitu saja.
Atau dua rakaat sholat yang pernah kita lakukan dengan penuh khusyuk.
Atau senyum tulus yang pernah kita torehkan untuk saudara kita.
Atau kemaafan yang kita beri sebelum merebahkan badan dimalam hari.
Atau karena untaian tasbih yang pernah terucap disaat lelah.
Atau bisa jadi karena setitik air mata yang menetes karena penyesalan terhadap dosa yang pernah dilakukan di masa lampau.

Wallahu a'lam..

Yang jelas jangan pernah meremehkan amal sholeh, sekecil apapun amalan itu.
Karena dahulu seorang pelacur masuk surga hanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan.

Rasulullah SAW pernah berpesan kepada pada Jabir bin Sulaim :

وَلاَ تَحْقِرَنَّ شَيْئًا مِنَ الْمَعْرُوفِ وَأَنْ تُكَلِّمَ أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنَ الْمَعْرُوفِ

“Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikitpun, walau hanya berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang yang berseri-seri. Sungguh amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan.”

Semoga bermanfaat wal barokah..

با رك الله لنا و لكم ولوالدينا ولوالديكم

PON terjebak'

Tanda Batin Weton Pon Sering Tertipu “Doa Menjadi Kaya” Namun Faktanya Rezeki Tak Naik dan Hidup Tak Berubah Weton Pon dikenal memiliki daya...