Rabu, 19 Oktober 2016

.Ngendikane abah guru...

.Ngendikane abah guru...

"Ilmu Yen mlebu jeru ati iku jenenge "NUUR" Padang atine gak sumukan Tapi Yen mlebu jeru howo nefsu jenenge "NAAR Sumukan gampang umuk rumongso luweh pinter alim tor gampang ngafirke dsb.....

"Ktika Singgasana Hati Tlah Trduduki Nafsu diSitu Kehendak Kalah Oleh Keinginan Kelembutan Hilang TrGanti Kekerasan Cahaya Meredup Dan Gelap Mulai Mrenggut Maka Syetan akan MrajaiNya...Sifat2nya akn Mnjadi Tanda WujudNya...Gerak Dan Diam Menjadi KenyataanNya...,"Minal Jinnati WaNnas,"Syetan Dri Golongan Manusia...diBacakan Do'a Mreka Tertawa...diUraikan Dalil Agama Mreka MengHina...Pndengaran mreka diTulikan Penglihatan Mreka diButakan...Hati Mreka mnjadi Keras dan Membatu...

"Sperti Kata Seorang Sahabat !!!
Orang BerJalan Lurus Haruslah Seirama...
Lisan Dan Prilaku SeIya SeKata...
Bkn Lisan Lurus Kekanan...
Prilaku Lurus Kekiri dan Berlawanan...
LisanNya Berkata Ilmu,Hati dan AmaliahNya Jauh Dari Itu...Para Pendusta Yg Bersorbankan Jubah Agama...Kotoran Jiwanya diTutupi Dalil dan Hadits Agar Tmpak Suci dan DiAnggap Mulia...

"Ketahuilah...
GerakNya Lahir Karna Kehendak Batin...
Jika Dalam Nyata Ia Trwujud Dalam Prilaku dan Ucapan...Maka Dalam Maya Ia Trwujud Dlm Ketikan Kata dan Tulisan...Trgambarlah Kedudukan JiwaMu Sperti apa...

"Tidak Ada Manusia Yg Mmpu Mnilai DiriNya Sndiri...Mlainkan Akan Lahir Sifat Sombong dan Merasa Benar Sendiri...AnggapanNya Benar Dlm PrilakuNya...Tpi Tak Sadar Smua Itu Jauh dri Tuntunan AgamaNya...Yg Mngajarkan Cinta Kasih dan Sayang...Serta Kelembutan Tanda Rahmat Tuhan Yg Maha Penyayang...Maka Ngaji Dan Bergurulah kpd Guru Yg Benar...Agar Jika Ada yg Salah Dpt MengingatkanMu...Dan Carilah Sahabat Yg Sllu Melihat AibMu dan Sllu MngingatkanMu...agar Kau Tidak Lupa Siapa Dirimu...Bkn Yg Tau KebaikanMu,Tpi Ktika Kau susah Kau diTinggal Pergi....

#Renungan diri....

Pintu surga

.ORANG TUAMU PINTU SORGAMU

Saudara-saudariku
Orang tuamu bagian dari pintu sorgamu, maka titilah jembatan itu menujunya,Lewatilah jalannya dengan senyuman yang manis, Sifat pemaaf dan balas budi yang baik, membuat hidupmu lebih bermakna. Sebagaimana di dalam hadits:
الوالد أوسط أبواب الجنة فإن شئت فأضع ذلك الباب أو احفظه
Orang tua adalah pintu surga yang paling tinggi. Sekiranya engkau mau, sia-siakanlah pintu itu, atau jagalah! (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi)

Banyak orang yang sangat tamak dengan pahala, selalu bercerita tentang keuatamaan berjamaah, selalu bercerita tentang keutamaan shof pertama dalam sholat berjamaah, selalu mengatakan tentang keutamaan infak, dan bersedekah…

Akan tetapi satu hadits yang telah sering terlupakan… satu keutamaan besar yang telah engkau lalaikan… yaitu bahwa Nabi -shollallohu alaihi wasallam- telah bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh Abdulloh bin Mas’ud, ia mengatakan:
سألت رسول الله صلى الله عليه وسلم، قلت: يا رسول الله أي العمل أفضل؟ قال: الصلاة على ميقاتها. قلت: ثم أيُّ؟ قال: ثم بر الوالدين. قلت: ثم أيُّ؟ قال: الجهاد في سبيل الله. فسكت عن رسول الله صلى الله عليه وسلم ولو استزدته لزادني. (متفق عليه)
Aku bertanya kepada Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam-: Wahai Rasulullah, amal apa yang paling mulia? Beliau menjawab: sholat pada waktunya. Aku bertanya lagi: Kemudian apa wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Kemudian berbakti kepada kedua orang tua. Aku bertanya lagi: Kemudian apa wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Kemudian jihad di jalan Allah. Lalu aku pun diam (tidak bertanya) kepada Rasulullah -shallallhu alaihi wasallam- lagi, dan sekiranya aku bertanya lagi, niscaya beliau akan menjawabnya.

Renungkanlah ketika Ibumu berkata:

Wahai anakku…
Inilah aku, ibumu… pahalamu… tanpa engkau harus memerdekakan budak atau banyak-banyak berinfak dan bersedekah… aku inilah pahalamu…

Pernahkah engkau mendengar, seorang suami yang meninggalkan keluarga dan anak-anaknya, berangkat jauh ke negeri seberang, ke negeri entah berantah untuk mencari tambang emas, guna menghidupi keluarganya?! Dia salami satu persatu, dia ciumi isterinya, dia sayangi anaknya, dia mengatakan: Ayah kalian, wahai anak-anakku, akan berangkat ke negeri yang ayah sendiri tidak tahu, ayah akan mencari emas… Rumah kita yang reot ini, jagalah… Ibu kalian yang tua renta ini, jagalah…

Berangkatlah suami tersebut, suami yang berharap pergi jauh, untuk mendapatkan emas, guna membesarkan anak-anaknya, untuk membangun istana mengganti rumah reotnya.
Akan tetapi apa yang terjadi, setelah tiga puluh tahun dalam perantauan, yang ia bawa hanya tangan hampa dan kegagalan. Dia gagal dalam usahanya. Pulanglah ia kembali ke kampungnya. Dan sampailah ia ke tempat dusun yang selama ini ia tinggal.

Apa lagi yang terjadi di tempat itu, setibanya di lokasi rumahnya, matanya terbelalak. Ia melihat, tidak lagi gubuk reot yang ditempati oleh anak-anak dan keluarganya. Akan tetapi dia melihat, sebuah perusahaan besar, tambang emas yang besar. Jadi ia mencari emas jauh di negeri orang, kiranya orang mencari emas dekat di tempat ia tinggal.

Itulah perumpaanmu dengan kebaikan, wahai anakku…
Engkau berletih mencari pahala… engkau telah beramal banyak… tapi engkau telah lupa bahwa di dekatmu ada pahala yang maha besar… di sampingmu ada orang yang dapat menghalangi atau mempercepat amalmu masuk surga…

Ibumu adalah orang yang dapat menghalangimu untuk masuk surga, atau mempercepat amalmu masuk surga… Bukankah ridloku adalah keridloan Allah?! Dan bukankan murkaku adalah kemurkaan Allah?!

Anakku…
Aku takut, engkaulah yang dimaksud oleh Nabi Muhammad -shollallohu alaihi wasallam- di dalam haditsnya:
رغم أنفه ثم رغم أنفه ثم رغم أنفه قيل من يا رسول الله قال من أدرك والديه عند الكبر أحدهما أو كليهما ثم لم يدخل الجنة (رواه مسلم)
Celakalah seseorang, celakalah seseorang, dan celakalah seseorang! Ada yang bertanya: Siapakah dia wahai Rosululloh? Beliau menjawab: Dialah orang yang mendapati orang tuanya saat tua, salah satu darinya atau keduanya, akan tetapi tidak membuat dia masuk surga. (HR. Muslim 2551)

Celakalah seorang anak, jika ia mendapatkan kedua orang tuanya, hidup bersamanya, berteman dengannya, melihat wajahnya, akan tetapi tidak memasukkan dia ke surga.

Anakku…
Aku tidak akan angkat keluhan ini ke langit, aku tidak akan adukan duka ini kepada Alloh, karena jika seandainya keluhan ini telah membumbung menembus awan, melewati pintu-pintu langit, maka akan menimpamu kebinasaan dan kesengsaraan, yang tidak ada obatnya dan tidak ada tabib yang dapat menyembuhkannya…

Aku tidak akan melakukannya wahai anakku… tidak… bagaimana aku akan melakukannya, sedangkan engkau adalah jantung hatiku… bagaimana ibu ini kuat menengadahkan tangannya ke langit, sedangkan engkau adalah pelipur lara hatiku… bagaimana ibu tega melihatmu merana terkena doa mustajab, padahal engkau bagiku adalah kebahagiaan hidupku…

Bangunlah nak… bangunlah… bangkitlah nak… bangkitlah… uban-uban sudah mulai merambat di kepalamu. Akan berlalu masa, sehingga engkau akan menjadi tua pula.

الجزاء من جنس العمل
Sebagaimana engkau akan berbuat, seperti itu pula orang akan berbuat kepadamu.

الجزاء من جنس العمل
Ganjaran itu sesuai dengan amal yang engkau telah tanamkan. Engkau akan memetik sesuai dengan apa yang engkau tanam.
.
Setelah membaca tulisan ini, Apakah engkau masih mau menyia-nyiakan kedua orang tuamu..?
Tidakkah engkau ingin masuk sorga dengan mendapatkan keridho'annya?
.
Share status ini, semoga banyak anak-anak menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya.
Alhabib Quraisy Baharun
__________

Selasa, 18 Oktober 2016

Hari santri

PESAN DI BALIK KISAH HABIB LUTHFI DI HARI SANTRI

Saya selaku cucunya Habib Hasyim sendiri baru mengetahui belum lama. Dalam hati saya sendiri bertanya mengapa saya baru mengerti? Di tempatnya guru saya, Kiai Abdul Fattah, setiap Selasa pagi diadakan pengajian kitab Ihya Ulumiddin dengan pengajar al-Alim al-Allamah Kiai Irfan Kertijayan Pekalongan. Kiai Irfan adalah murid dari Kiai Amir Simbang.

Setiap kali Kiai Irfan melihat saya selalu memandang dengan serius, tapi nampak ragu untuk bertanya. Mungkin takut salah (sangka). Waktu itu yang menjadi saksi sejarah adalah Kiai Irfan, Kiai Abdul Fattah, Kiai Abdul Adzim dan beberapa kiai yang lain. Sayangnya para saksi sejarah ini sudah tiada semua. Beliau (Kiai Irfan) bertanya kepada saya, “Habib Luthfi ini kalau saya lihat pakaiannya, cara jalannya, seperti guru saya al-Habib Hasyim bin Umar bin Yahya. Beliau termasuk menjadi ulama rujukan di Indonesia. Bahkan setiap bulannya di kediaman beliau sering berkumpul para ulama dari luar Negara.”

Saya tidak berani menjawab. Perasaan saya malu. Karena saya mempunyai kakek yang begitu hebatnya tapi saya sendiri belum mampu untuk bisa meniru walau setetes. Karena saya diam, Kiai Abdul Adzim dan Kiai Abdul Fattah yang menjawabnya, “Dia cucunya Habib Hasyim bin Umar.”

Langsung saja Kiai Irfan menangis dan merangkul saya karena saking gembiranya. Lalu beliau berkata, “Mumpung saya masih hidup. Umur saya sekarang sudah 83. Mumpung masih ada umur, saya takut sejarah ini hilang. Ketahuilah, ketika Mbah Hasyim  Asy’ari sudah keliling muter untuk mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) beliau terlebih dahulu beristikharakh di Makkah al-Mukarramah. Singkat ceita, dari istikharahnya tersebut dihasilkan sebuah keputusan oleh para ulama yang ada di sana seperti Kiai Ahmad Nahrawi, guru tarekat Syadziliyah terkenal, Kiai Mahfudz at-Turmusi, dan beberapa tokoh ulama lainnya, bahwa, “Di Jawa, keputusannya hanya ada di dua orang. Yang pertama al-Habib Hasyim bin Umar bin Yahya Pekalongan, dan yang kedua Mbah Kiai Ahmad Kholil Bangkalan. Bilamana dua orang ini setuju, maka dirikanlah Nahdlatul Ulama. Tapi apabila dua orang ini tidak berkenan, jangan dibantah.”

Akhirnya Mbah Hasyim Asy’ari kembali (ke tanah air). Sesampainya di rumah beliau langsung menuju ke Kudus untuk meminta Kiai Asnawi dan Kiai Yasin mendampinginya. Terus (dilanjut) ke Pekalongan menuju rumahnya Kiai Muhammad Amir, dan di situ sudah ada Kiai Irfan yang memang sudah dipersiapkan, karena mendengar Kiai Hasyim akan berkunjung.

Lalu Kiai Hasyim didampingi Kiai Asnawi, Kiai Yasin, Kiai Amir dan Kiai Irfan datang ke rumah Habib Hasyim. Sesampai di sana, Habib Hasyim berkata, “Hasyim, saya ridhai kalau kamu mendirikan suatu wadah untuk Ahlussunnah wal Jama’ah.”

(Mendengar jawaban tersebut) Mbah Hasyim Asy’ari sangat senang hati. Setelah menginap (beberapa hari) di Pekalongan, beliau meminta kepada Habib Hasyim untuk mengajarinya (menambah) ilmu hadits. Maka setiap Kamis Wage, beliau mesti datang ke Pekalongan belajar ilmu hadits kepada Habib Hasyim.

Dari Pekalongan Mbah Hasyim Asy’ari langsung menuju ke Mbah Kholil Bangkalan. Begitu sampai di sana, Mbah Kholil langsung dawuh, “Sudah, pokoknya apa kata Habib Hasyim itu benar. Saya cocok. Dirikanlah, jangan lama-lama lagi.” Sehingga berdirilah Nahdaltul Ulama.

Saat sebelum keberangkatan ke Bangkalan, Mbah Hasyim Asy’ari dipesani Habib Hasyim, “Tapi tolong, nama saya jangan ditulis.” Akhirnya Mbah Kholil pun sama (tidak mau ditulis namanya). Akhirnya Kiai Hasyim bertanya, “Kalau tidak mau ditulis semua, lalu bagaimana (sejarah nantinya)?”

“Ya sudah ndak apa-apa saya ditulis, tapi jangan banyak-banyak”, jawab Mbah Kholil.

Di kesempatan lain saat Habib Luthfi duduk bersama Gus Dur, Faizin dimintai untuk menjadi saksi agar tidak dianggap mengada-ada. Habib Luthfi lalu menceritakan kisah di atas kepada Gus Dur. Tapi ternyata kemudian Gus Dur menerangkan jauh lebih luas lagi tentang peranan Habib Hasyim dengan Mbah Hasyim ketika awal berdirinya Nahdlatul Ulama. Maka jangan heran kalau keluarga Mbah Hasyim Asy’ari, khususnya Gus Dur, dengan kita dekat. Itu meneruskan sebagaimana keakraban para sesepuh, para ulama kita jaman dulu.

Menceritakan itu memang mudah, tapi intinya cuma satu, “Mampukah kita meneruskan thariqah (jalan perjuangan)nya para beliau atau tidak?” Pungkas Habib Luthfi bin Yahya. (*IBJ, disarikan dari rekaman video berikut: https://youtu.be/xlJg7jxbFxQ).

http://pustakamuhibbin.blogspot.co.id/2016/10/pesan-di-balik-

Senin, 17 Oktober 2016

Apa ya caranya

JERAT-JERAT SETAN DALAM MENGGODA MANUSIA

Firman اَللّهُ سبحانه وتعالى :
"Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau Aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Mu yang mukhlis (ikhlash) di antara mereka. (Shad: 82-83)

Seorang Ulama mengatakan:
"Sesungguhnya setan mengajak manusia kepada enam perkara, ia baru melangkah kepada perkara kedua bila perkara pertama tidak berhasil dilakukannya. Langkah-langkah setan dalam menggoda manusia:

1. Mengajaknya berbuat syirik dan kekufuran. Jika hal ini berhasil dilakukannya berarti setan telah menang dan tidak sibuk lagi dengannya.
2. Jika tidak berhasil, setan akan mengajaknya berbuat maksiat. Jika sudah terjerumus ke dalamnya maka setan akan membuat maksiat itu indah dimatanya hingga ia rela dan setan pun membuatnya puas dengan kemaksiatan itu.
3. Jika tidak berhasil juga, setan akan menjerumuskannya ke dalam dosa-dosa besar
4. Jika tidak berhasil, setan akan menjerumuskannya ke dalam kebiasaan melakukan dosa-dosa kecil
5. Jika ternyata tidak berhasil juga setan akan menyibukkannya dgn perkara-perkara mubah hingga ia lupa beribadah
6. Jika tidak mempan juga, setan akan membuainya dgn perkara-perkara kurang penting hingga ia abaikan perkara-perkara terpenting
7. Jika gagal juga maka setan akan melakukan tipu daya terakhir, yaitu mengerahkan bala tentaranya dari jenis manusia untuk menyerang orang-orang yang berpegang teguh dengan agamanya, menjaga kesucian agama dan Al-Qur'an.

Begitulah Jerat-jerat setan dalam menggoda manusia.

Jumat, 14 Oktober 2016

Dzikir

DZIKIR, DZIKIR DAN DZIKIR
Rasulullah SAW bersabda, “Tiada suatu kaum yang duduk sambil berdzikir kepada Allah melainkan mereka akan dikelilingi oleh malaikat, diselimuti oleh rahmat dan Allah akan mengingat mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR. Bukhari).

Rasulullah juga bersabda, “Tiada suatu kaum yang berkumpul sambil mengingat Allah dimana dengan perbuatan itu mereka tidak menginginkan apa pun selain diri-Nya, melainkan penghuni langit akan berseru kepada mereka, ‘Bangkitlah, kalian telah diampuni. Keburukan-keburukan kalian telah diganti dengan kebaikan-kebaikan’.” (HR. Ahmad).

Sungguh luar biasa kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Manfaat dzikir yang sedemikian luar biasa bagi kehidupan dunia-akhirat kita senantiasa Allah ulang-ulang di dalam kitab-Nya agar kita terus menerus mengamalkannya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab [33]: 41).

Bahkan saat kita usai sholat pun, Allah tekankan agar kita terus berdzikir kepada-Nya.

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَاذْكُرُواْ اللّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَاباً مَّوْقُوتاً

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring” (QS. An-Nisa [4]: 103).

Rabu, 28 September 2016

Apa itu Pembimbing..?


Seorang murid, bertemu dengan Syaikh yang selama ini dicarinya, untuk membimbingnya menuju kepada Allah dan terjadilah dialog di antara mereka.
- Bolehkah Syaikh menjadi imam dalam hidupku?
- Boleh, jika kau ingin menjadi jenazahnya di depanku.
- Apakah maksud jenazah itu?

- Yaa, kau tak bergerak di depanku saat kubolak-balikkan badanmu. Sebab aku yang lebih memahami dirimu dan kau buta terhadapnya. Namun di zaman ini, banyak orang buta tak tahu diri, sehingga susah dituntun. Akibatnya mereka celaka di perjalanan hidupnya.

- Wahai Syaikh, bagaimana aku mengetahui secara yakin bahwa kau mampu melakukan semua itu?
- Siapa yang meminta bukti, silahkan dia mencari.
- Apakah buktinya?
- Buktinya adalah aku. Tak satu pun pembimbing kehidupan, kecuali kau lihat mereka bagai cermin Nabimu Saw.

- Apakah cermin itu?
- Cermin; takwa, akhlak, ilmu, khusyu, hikmah, dan tutur kata yang baik. Alhasil jika kau melihatnya maka kau melihat Nabimu di dalamnya. Jika kau menemukannya, serahkan dirimu kepadanya seperti jenazah yang diserahkan kepada mereka yang akan memandikan dan menyucikannya. Begitulah para sahabat kepada Nabi.

- Apa yang menjadikanku bisa berbuat demikian terhadap syaikh pembimbingku?
- Prasangka baik dan cara pandang yang positif. Mereka yang berprasangka baik, mendapat pahala dan tak akan menyesal walau ternyata salah.
- Aku takut, sebab beberapa temanku menjadi rusak dan meninggalkan syariat saat berguru dengan seorang syaikh.
- Yaa, sebab mereka tak meneliti dulu, apakah ia bisa cermin Nabi atau tidak. Mereka hanya memandang penampilan atau kehebatan yang tak berhubungan dengan perjalanan mencapai Allah. 
Jangan menyimpulkannya sebabgai pembimbingmu karena ia pandai menebakmu, atau berjalan di air atau terbang ke langit. Tapi pembimbingmu adalah mereka yang berisitqamah di dalam syariat Allah. Keisitiqamahan lebih keramat daripada seribu keramat. Di zaman ini, banyak orang mengaku pembimbing, padahal dia harus dibimbing. Mungkinkah orang yang buta menuntun orang buta? Yang terjadi ia akan celaka dan menjadikan orang lain celaka.

- Apakah yang akan kau perbuat kepadaku?
- Kubungkam mulutmu dengan zikir. Kujinakkan syahwatmu dengan puasa. Kutundukkan egomu dengan 'uzlah. Sehingga wadah hatimu siap menerima rahasia Ilahi.
Semoga kita bisa mengambil hikmah pelajaran dari kisah ini.

Selasa, 27 September 2016

NUUR ( CAHAYA ) NYA SAYYIDINA MUHAMMAD SAW...

NUUR ( CAHAYA ) NYA SAYYIDINA MUHAMMAD SAW...
Apa sebabnya para salaf kita kalau mendengar adzan, sampai pada lafadz : ASSYHADU ANNA MUHAMMADARROSULULLAH...Mereka kemudian mencium kedua jari jempolnya dan mengusapkan kekelopak mata, dengan mengucapkan : MARHABAN BI HABIBI WA QURROTU 'AINI MUHAMMAD IBNU ABDULLAH.
Diriwayatkan, bahwa Nabi Adam heran melihat para Malaikat selalu mengikutinya dari belakang...Sehingga Nabi Adam bertanya kepada Allah Swt, "Ya Allah, kenapa mereka selalu mengikutiku?".
"Wahai Adam, karena mereka telah tertarik dengan cahaya keturunanmu yang telah ada di sulbimu".
Kemudian Nabi Adam memohon kepada Allah, agar memindahkan cahaya yang ada di sulbinya kedepan...Maka Allah meletakkan cahaya tersebut diantara kedua alis Nabi Adam. Maka dengan segera semua Malaikat berada dihadapan Nabi Adam. Nabi Adam heran dengan hal yang dilakukan para Malaikat yang selalu memandang wajahnya.
Nabi Adam kemudian memohon agar diperkenankan melihat cahaya itu...Maka Allah Swt menampakkan cahaya tersebut pada kuku kedua ibu jari Nabi Adam, dan membuat Nabi Adam kagum dengan keindahan cahaya tersebut.
"Ya Allah, cahaya siapakah ini? Kemudian Allah menjawab, "ITU ADALAH NUUR (CAHAYA) SAYYIDINA MUHAMMAD".
"WAHAI ADAM, KALAU TIDAK KARENA NUUR SAYYIDINA MUHAMMAD, MAKA TIDAK AKAN AKU CIPTAKAN SEMUA INI". Dan Allah Swt menyebutkan keagungan-keagungan Nuur Sayyidina Muhammad Saw
Nabi Adam sangat gembira sekali dengan cahaya Sayyidina Muhammad yang ada pada dirinya...Dan ia mencium kedua jempolnya, lalu meletakkan ke kelopak kedua matanya sambil mengucapkan : Marhaban Bi Habibi Wa Qurrotu 'Aini...Kemudian diusapkan cahaya tersebut dikedua matanya.
Para Salaf mengatakan bahwa, kalau kita melakukan hal tersebut...Insya Allah kita tidak akan terkena penyakit mata dan tidak menjadi buta.
Allahumma Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammad Wa 'Alaa Ali Sayyidina Muhammad.
Kitab : Sabilul Idzkar Wal I'tibar
Karya : Al Imam Abdullah bin Alawy Al Haddad.

Senin, 26 September 2016

MAKNA TEMBANG SLUKU-SLUKU BATHOK

MAKNA TEMBANG SLUKU-SLUKU BATHOK

Masih ingat tembang Jawa yang diciptakan oleh para Walisongo dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa?. Salah satunya adalah tembang Sluku- Sluku Batok. Ini adalah tembangnya:

       Sluku-sluku bathok,
       Bathoke ela-elo,
       Si Rama menyang Solo,
       Oleh-olehe payung motho,
       Mak jenthit lolo lo bah,
       Wong mati ora obah,
       Yen obah medeni bocah,
       Yen urip goleko duwit.

Sekilas bila kita memperhatikan tembang tersebut diatas, beberapa kata atau frasa tidak terdefinisi atau tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa jawa, apalagi bahasa indonesia. Sebagaimana berikut:
1.      Sluku-sluku. Dalam kamus bahasa jawa tidak ada kata "sluku" melainkan "suku" berasal dari kata "sikil" yang berarti kaki.
2.      Ela-elo. Kata ini lagi-lagi tidak ada dalam vocabulary bahasa jawa, melainkan "gela-gelo" yang berarti geleng kepala.
3.      Lololobah. Kata ini juga tidak diketemukan dalam bahasa jawa, melainkan "obah" yang bermakna bergerak.


Jadi kalau diterjemahkan perkata ke dalam bahasa indonesia menjadi seperti di bawah ini:
1.      Sluku-sluku badthó', badthó'e ela-elo.
        Sluku-sluku tempurung kelapa, tempurung kelapanya bergeleng-geleng.
2.      Si rómó mènyang sóló, oléh-oléhe payung motha.
        Ayah pergi ke kota solo, membawa oleh-oleh payung kematian.
3.      Mak jènthit lololobah, wóng mati ora obah.
        Menungging lololobah, orang mati tidak bergerak.
4.      Yén obah mèdéni bocah, yén urip goléka dhuwit.
        Bila bergerak akan menakutkan bagi anak-anak, tapi bila hidup carilah uang.

 Apakah Anda mengerti makna tembang tersebut? Tentu membingungkan. Menurut Endraswara (1999), tembang dolanan “sluku-sluku bathok” di atas dapat ditelusuri dari segi sufisme Jawa/filsafat Jawa yang sudah terpengaruh oleh ajaran Islam sehingga berbau mistik. Larik yang berbunyi:

“Sluku-sluku bathok”, berasal dari baha arab  Ghuslu-ghuslu batnaka, artinya mandikanlah/bersihkanlah batinmu, Membersihkan batin dulu sebelum sebelum membersihkan badan atau raga. Seperti dalam lagu Indonesia Raya: Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, sebab lebih mudah membersihkan badan dibandingkan membersihkan batin atau jiwa. Jadi makna dari larik itu adalah berupa perintah agar mencegah hawa nafsu terutama yang berkaitan dengan isi perut karena perut merupakan gambaran dari mikrokosmos. Didalam perut dapat ditemukan jagad cilik yang menggambarkan alam semesta. Hal ini dapat disejajarkan dengan lakon wayang “Dewa Ruci”. Pada lakon tersebut, Bima digambarkan masuk ke dalam perut Dewa Ruci. Di sana Bima dapat melihat alam semesta yang utuh. Di samping itu, membersihkan perut juga dapat berarti mengheningkan cipta atau menyucikan hati dengan menyebut lafal:

“Bathoke ela-elo”, berasal dari bahasa Arab: batnaka La Ilaha Illallah, maksudnya; hatinya senantiasa berdzikir kepada Allah, diwaktu senang maupun susah, dikala menerima nikmat maupun musibah,sebab setiap peristiwa yang di alami manusia, pasti menggandung hikmah. Larik itu pada hakikatnya merupakan kalimat tauhid yang dalam sufisme Jawa ketika berdzikir seyogyanya dengan mengucap lailaha ilallah. Hal ini berarti kita membersihkan batin (mengheningkan cipta) disertai dengan falsafah eling/sadar. Sehingga manusia akan selalu menyadari sampai di lubuk hatinya bahwa tidak ada Pangeran “Tuhan” kecuali Allah ta’ala. Kalimat tauhid tersebut dalam agama Islam sering disebut Kalimat Syahadat.
“Si rama menyang sala”, siruma yasluka yang dapat berarti dari kata salaka “berjalanlah”di jalan yang dijalani oleh Nabi SAW. Dalam mengimani sebuah keyakinan tidak cukup hanya disertai dengan sikap eling“sadar”saja. Karena masih perlu digenapi dengan larik:
 “Oleh-olehe payung motha”la ilaha ilallah hayyum wal mauta. Artinya, selalu lafalkanlah “la ilaha ilallah” sejak dini sampai maut menjemput agar mendapatkan kematian yang khusnul khotimah. Manusia hidup di dunia tidak hanya sekedar memburu kepentingan duniawi saja tetapi hendaknya juga kepentingan di akherat. Sampai pada tataran tersebut, manusia belum dapat mencapai kesempurnaan kalau belum dapat melakukan seperti pada larik:

“Mak jenthit lo lo bah”mandzolik moqorobah. Kata mandzolik berasal dari kata mandzalika yang berarti berhati-hatilah dengan kesalahanmu. Frasa mak jenthit berasal dari perubahan kata mukhasib yang berarti “berhitunglah dari segala kesalahanmu”. Menurut Endraswara (1999) kata moqorobah dapat diartikan “intropeksi, mawas diri”, atau “meneliti segala kesalahan yang pernah diperbuat”. dengan demikian dapat dikatakan bahwa manusia hidup harus selalu dapat mengoreksi diri dan melakukan kesalahan yang diperbuatnya. Atau dengan kata lain adalah bertaubat Orang yang mau mengakui kesalahannya dapat disebut sebagai satriya pinandhita “satria yang berwatak pendeta atau orang yang mempunyai kelebihan”. orang yang sudah mencapai tataran seperti itu dapat disebut sebagai manusia yang selalu dapat menjaga perdamaian dunia dan selalu dapat menjaga perdamaian batin, baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap alam semesta sehingga ia telah mampu memayu hayuning bawana “menciptakan ketentraman dunia” Orang yang berwatak satriya pinandhita selalu mendasari dirinya dengan sikap religius. Hal ini diungkapkan dalam larik

“Wong mati ora obah” “hayun wal mauta inalillah”. Artinya, mati dan hidup adalah milih Allah. Dalam falsafah orang Jawa, manusia harus sudah mengetahui sangkan paraning dumadi asal dan tujuan orang hidup. Hal ini tergambar dalam larik “wong mati ora obah” “mahabatan mahrojuhu taubatan” yang berarti hendaknya berbakti kepada Yang Membuat Hidup agar dicintai. Agar dikasihi Allah, manusia harus “mahrojuhu” atau mencari jalan terang melalui jalan pertobatan. Dengan bertobat, manusia diharapkan dapat mendekat pada pangeran “Tuhan”. Disamping itu, ia harus mengetahui tujuan hidup manusia melalui manunggaling kawula Gusti bersatunya manusia dengan Tuhan. Untuk mencapai tataran itu, manusia harus selalu pasrah sumarah pasrah dengan segenap hati terhadap kodratnya. Agar dapat pasrah dengan segenap hati, manusia harus memahami arti kehidupan seperti yang tergambar dalam larik

“Yen obah medeni bocah”, Mahabbatan mahrajuhu taubah, Maka, bercintalah dengan kecintaan menuju taubat. Selagi masih diberi kesempatan oleh Allah untuk hidup di dunia ini. Jangan pernah putus asa dalam menggapai rahmat dan maghfirah-Nya.  Saat kematian datang, semua sudah terlambat. Kesempatan beramal hilang. Banyak ingin minta dihidupkan tapi Allah tidak mengijinkan. Jika mayat hidup lagi maka bentuknya menakutkan dan mudharat-nya akan lebih besar.
“Yen urip goleka dhuwit”, Yasrifu innal khalaqna insana min dhafiq, kata “yasrifu” bermakna bahwa hidup manusia dapat mencapai kemuliaan dengan cara selalu mengingat perintah Allah. Oleh karena itu, manusia tidak diperkenankan sombong. Ingatlah sungguh manusia diciptakan dari air yang memancar. Maksudnya, manusia diciptakan dari ketiadaan dan kehinaan. Oleh karena itu untuk memperoleh kemulyaan harus dengan berjalan di jalan Allah. Kesempatan terbaik untuk berkarya dan beramal adalah saat ini. Saat masih hidup. Pengin kaya, pengin membantu orang lain, pengin membahagiakan orang tua: sekaranglah saatnya. Sebelum terlambat, sebelum segala pintu kesempatan tertutup. Didalam tembang dolanan tersebut di atas mengandung filsafat luhur orang Jawa. Orang jawa menyadari sikap pasrah dengan bentuk pasrah sumarah dan pertobatan (mau menyadari kesalahannya). Dengan sikap seperti itu, orang Jawa diminta dapat memayu hayuning bawana “menjaga ketentraman dunia” sehingga kelak dapat bersatu dengan Tuhan atau manunggaling kawula lawan Gusti. Dengan demikian, ia dapat disebut manusia mulia atau manusia sejati.

Mudah-mudahan kita semua bisa menerapkan dan mengamalkan makna dari syair di dalam lagu “SLUKU-SLUKU BATHOK”. Bukan hanya untuk sekedar lagu dolanan, akan tetapi merupakan keadaan yang harus dilakukan setiap manusia di bumi agar selalu dekat dengan Sang Maha Pencipta.

Jumat, 13 November 2015

MUNAJAT PAGI

MUNAJAT PAGI..

Ya Tawwab ya Ar-hamarrahimin..Duhai kekasih yang menutup segala aib, tutuplah aib kami semua. Dengan cahaya-Mu kami memperoleh petunjuk, dengan anugerah-Mu kami semua memperoleh kecukupan, dengan-Mu kami mengakiri malam ini memasuki waktu pagi, dengan-Mu kami mengakiri siang nanti memasuki. Sore hari.

Ya Allah ya Tawwab unzur ilaina,perhatikan kami semuanya,,, dosa-dosa kami disisi-Mu sangat menumpuk ibarat gunung2 bahkan bagaikan awan atau bahkan bisa saja seisi bumi ini, sementara kami menunggu selalu pengampunan-Mu dengan perhatian-Mu, serta juga diri ini akan menuju-Mu dalam memikul dosa. Karena itu kami mohon ya Rabbana, kami memohon ya Tawwab maghfirah-Mu dan bertaubat kepada-Mu. Tiada Dzat yang mengampuni selain-Mu duhai yaa Tawwab tubna ilaika.

Sungguh kami semua termasuk orang2 yang berlaku aniaya pada diri kami sendiri,ampuni diri kami ini.. Ya Rabbana..

Cinta kasih-Mu selalu tercurahkan kepada kekasih Rasulullah saw keluarga sahbat semua.
Rabbij 'alni muqimassholati waminzurriyati Rabbana wataqabbal do'aa.
Robbanag firli waliwalidaiya walil mukmina yauma yaqumul hisaaab..
Robbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina 'azabannaar.

و صلّى للّه على سيّدنا ونبيّنا محمّد وعلى آله وصحبه وسلّم
والحمد للّه ربّ العالمين

Aamiin Ya Allahumma aamiin..


Kadang Kesendirian itu perlu kita singgahi agar makna mengenal kesejatian diri dapat kita kenali..

Awalludin Ma’rifatullah” ,”Man Arofa Nafsahu Faqod Arofa Robbahu”

Sebaik baik dalam menjalankan Ibadah kepada Allah adalah dengan terlebih dahulu mengenal Allah..

Salam Mahabbah


"Untuk mewujudkan Kebaikan punya bayak cara....Demikian halnya keburukan......!!!

"Bilamana kamu diberi kemampuan oleh Allah,jika mampu maka lakukanlah..karna tidak semua perbuatan baik harus dengan materi....!

"Dan jangan pernah engkau mengukur segala hal secara materi...... Ukur dengan ketulusan hati.....!!! Maka pasti Allah akan mencukupi apapun keperluan kita......!!!!

‪#‎Allah‬ maha baik....

Rabu, 11 November 2015

ISTIGHFAR

ISTIGHFAR..

“Barangsiapa memperbanyak istighfar, ALLAH akan menjadikannya dari setiap kesusahan ada jalan keluar, dan dari setiap kesempitan ada penyelesaian, serta menganugerahinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”(HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

"Perbanyaklah memohon ampunan kepada ALLAH, agar anda mendapatkan kelapangan dan ketenangan hati, rizki yang halal, keturunan yang shalih dan pertolongan yang berlimpah disisi-Nya."

Nasihat Ulama : "Ketika di tempat-tempat mustajab, janganlah kamu berdoa meminta agar dimudahkan rezekimu atau dipanjangkan umurmu, tapi mintalah agar dosa-dosamu diampuni".
(dengan bersihnya dari dosa-dosa maka segala urusan akan dimudahkanNya, termasuk rezeki, jodoh, pekerjaan, ilmu dan lain sebagainya.)

FirmanNya, "Barangsiapa bertakwa kepada ALLAH niscaya DIA akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (Surat At-Thalaq.)

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
(Kutipan khutbah RasuluLLAH Saw.)

Istighfar ibarat air, yang menyirami dan membersihkan hati. Menghilangkan kotoran dan dosa dari jiwa. Istighfar adalah cahaya yang menghapus kegelapan orang-orang yang melakukan kemaksiatan. Istighfar akan memunculkan cahaya dalam hati seseorang. Insya ALLAH

YA ALLAH...
Ampuni kami, rahmati kami, lindungi kami, dan bimbing kami agar kami senantiasa selalu menyebut nama-Mu, dan selalu mengagungkan nama-Mu di setiap sendi kehidupan kami. Aamiin..

Selamat Pagi My Fillah.

MAHABBAH

Keutamaan Menahan Diri

Menahan diri itu lebih utama daripada menahan marah.
Menahan diri yg bersifat alami adah dalil kesempurnaan akal.
Terpecahnya kekuatan marah itu di bawah pengendalian akal dan barangkali pernulaannya dengan berusaha menahan diri, kemudian menjadi kebiasaan.

Nabi saw, bersabda ;
"Sesungguhnya ilmu itu diperoleh dengan belajar dan sifat pandai menahan diri diperoleh dengan berusaha menahan diri, dan siapa berusaha mencari kebaikan, ia pun diberi kebaikan itu. Dan siapa menghindari keburukan, ia pun dijauhkan dari keburukan."

Nabi Saw, bersabda, "Carilah ilmu dan ketenangan serta sifat menahan diri di samping ilmu."
Janganlah kamu menjadi ulama yang sombong sehingga kejahilanmu mengalahkan ilmumu.

Nabi Saw, bersabda, "Carilah kemuliaan di sisi Allah." Para sahabat berkata, "Apakah itu, ya Rasulullah?"
Nabi Saw, menjawab :
"Engkau sambung hubungan dengan siapa yang memutuskannya terhadapmu dan engkau beri siapa yang menghalangimu dan bersikap menahan diri terhadap siapa yang mengganggumu."

Allah Ta'ala berfirman:
"Dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, maka mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan."
(QS. Al-Furqan: 63)

Salam Mahabbah

MAHABBAH...
[11/10, 10:38 PM] Kehai:

Aku mengimani duka,
Daripada cinta.

Saat helaan nafas, berpadu tetesan airmata, kesadaran ikut didalamnya.
Daripada senyuman di wajah, dan bangga di dada, namun entah siapa yang sedang meraja & bertahta.
#‎FatwaRindu‬..

Aku memuja siapa yang tawadhu dalam taat...
Dan Aku mengagumi siapa yang bisa bersenandung rindu dalam dukalara..
Tiada sekat dan batas jika Dia memberikan ruang cinta dalam kelu..
Tiada abdi dalam kalam tauhid jika lantunan itu mengandung tahta sufi..
Duhai pujangga..
Lekuk daku dalam sukma mahabbah tanpa jeda, agar bersama dalam pembaringan arsy mengilhami jiwa mutmaennah yang tak pernah redup..
‪#‎UzlahDalamPengasinganDiri‬...

Rabi'atul-adawiyyah berkata, "Orang yang cinta kepada Allah itu hilang dalam melihat ALLAH hingga kesadaran kepada yang lain lenyap darinya dan Dia tidak boleh membedakan mana sakit dan mana senang."
Meeet Malam Cinta..

PON terjebak'

Tanda Batin Weton Pon Sering Tertipu “Doa Menjadi Kaya” Namun Faktanya Rezeki Tak Naik dan Hidup Tak Berubah Weton Pon dikenal memiliki daya...